Benteng Masiri Icon Baru Buton Selatan, Berbasis Wisata Sejarah Berkelanjutan

SPIONNEWS, Batauga – Benteng Masiri yang belum lama ini menjadi salah satu daerah kawasan cakar budaya telah melakukan beberapa tim dari Universitas Hasanuddin Makassar, dan Kepala Badan Pelestarian Budaya XIX Sulselra merancang master plan, agar bisa meningkatkan sumber daya manusia dan pendapatan daerah Kabupaten Buton Selatan di masa yang akan datang.

Dalam seminar akhir penyusunan master plan Benteng Masiri Kabupaten Buton Selatan menghadirkan beberapa tokoh budaya dan diikuti oleh PJ Sekda Buton Selatan dan asisten 3 Buton Selatan bersama dengan para tokoh adat dan tokoh masyarakat yang ada di Kelurahan Masiri, serta perwakilan dari Camat Batauga.

Dalam seminar akhir semester plan tersebut ikut juga pihak DPRD Kabupaten Buton Selatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Dalam seminar tersebut terungkap beberapa fakta menarik yang ada di dalam Benteng Masiri di antaranya ada tulisan batu menggunakan bahasa Arab, dan juga terlihat sisi benteng yang ada di Kelurahan Masiri. Ada juga sebuah meriam tua yang terdapat di dalam benteng tersebut, serta satu Kuburan Tua.

Pada seminar itu terancam juga sebuah prospek besar yang ketika terlaksana dan dijalankan bisa menghasilkan PAD daerah dan meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat yang ada di sekitar Kelurahan Masiri.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kebudayaan Buton Selatan La Ode Haerudin mengatakan “perlu kami sampaikan bahwa di Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan, setelah ditetapkan 10 objek cakar budaya, sudah ditentukan salah satunya Masjid Wawanggi, dan yang kedua adalah Benteng Masiri, maka kami dari Dinas Kebudayaan sepakat penetapan 10 objek ini oleh Dinas Kebudayaan.

“Kenapa kami memilih benteng Masiri, bukan benteng di wilayah Sampolawa atau Lapandewa, karena icon itu harus kita mulai dari ibukota Kabupaten yaitu Kecamatan Batauga Benteng Masiri” ungkapnya. Senin, 29/9/2025, di Gedung Lamaindo. Buton Selatan.

Lebih jauh, sehingga Masiri menjadi icon untuk semua kecamatan yang ada di Kabupaten Buton Selatan, Oleh karena itu dengan perjalanan waktu dan kerjasama tim telah mencapai prestasi yang pertama Tahun 2022, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, kita terpilih menjadi salah satu Desa Budaya yaitu Desa Burangasi,

“Dan tahun 2023 kita mengusulkan kembali masyarakat adat, di Desa Burangasi, di tahun 2024 kita mengusulkan kembali Buton Selatan diberikan salah satu anugerah dari Kementerian Kebudayaan, dan di tahun 2025 ini atas kerjasama tim insya Allah, pada tanggal 5 sampai 11 Oktober 2025, kita akan mempresentasikan 2 harta benda Budaya dari Buton Selatan, yang pertama Tradisi Tambua dan Tari Linda” imbuhnya.

Lanjut Haerudin, kami berharap master plan Benteng Masiri dapat dikawal langsung oleh pemerintah daerah dan pihak DPRD Kabupaten Buton Selatan. Agar nantinya bisa menjadi icon di Kabupaten Buton Selatan.

“Sebagai atmosfer agar Benteng Masiri mempunyai nilai filosofis di sebuah batu dengan tertulis bahasa Arab masyiroh” tuturnya.

Pj. Sekda Buton Selatan yang ikut hadir dalam seminar akhir Benteng Masiri tersebut mengungkapkan sebelum membuka acara,

Pj.Sekda Buton Selatan, La Ode Harwanto menjelaskan,
“Benteng Masiri bukan saja tumpukan batu, iya berdiri karena pertahanan masa lampau, merupakan jejak sejarah dan identitas daerah Buton Selatan”jelasnya.

Kata Harwanto, Benteng ini menjadi saksi biksu perjalanan panjang peradaban kita dari masa ke masa, sehingga lahirnya semangat kebhinekaan, demi persatuan di bumi Buton.

“Keberadaannya bukan hanya aspek arkeologis, tetapi menjadi sumber inspirasi kebudayaan, pendidikan dan potensi ekonomi, berbasis pariwisata karena itu penyusunan master plan ini, merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa benteng ini tidak hanya dijaga sebagai peninggalan masa lalu tetapi juga menumbuhkan kembali ruang budaya destinasi wisata sejarah serta pemberdayaan masyarakat” jelasnya, PJ. Sekda.

Kata Pj. Sekda master plan ini diharapkan mampu, memberikan arah pembangunan yang baru terintegrasi dan berkelanjutan sehingga Benteng Masiri benar-benar menjadi icon kebudayaan Buton Selatan.

“Bahwa Buton Selatan ini, memiliki keunikan dan menjadi salah satu kebanggaan kami di Buton Selatan, bahwa Buton Selatan ini menjadi salah satu penyangga besar bagi kesultanan Buton saat itu, maka Benteng Masiri sebagai salah satu bentuk nyata bahwa Buton Selatan memiliki peran besar dalam menjaga kedaulatan dari kerajaan Buton hingga kesultanan Buton di masa lalu.

“Selain Benteng Masiri yang kita buat master plan nya, bahwa yang teridentifikasi 34 lebih benteng yang ada di wilayah Kabupaten Bintan Selatan dan ini hanya salah satunya, dan ini merupakan warisan budaya dan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama”tegasnya.

Lebih jauh, Harwanto, menjelaskan, Penyusunan master plan ini memiliki perjalanan panjang mulai dari studi awal, pengumpulan data sejarah dan arsitektur, konsultasi publik dengan para tokoh masyarakat lokal, maka dengan seminar akhir ini menjadi salah satu forum terakhir agar semua rencana yang telah disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan.

“Harapan pemerintah daerah dari hasil seminar ini, yang pertama aspek pelestarian, memastikan bahwa Benteng masiri dari sisi fisik maupun nilai, proses rehabilitasi atau yang lainnya, harus mengikuti kaidah keaslian dan menjaga originalitas keaslian benteng tersebut” imbuhnya.

Kata Pj. Sekda, aspek kedua adalah aspek pemberdayaan di mana masyarakat yang ada di sekitar benteng tidak menjadi penonton melainkan bisa terhubung dengan kegiatan ekonomi kreatif pariwisata dan berbagai forum komunitas yang menunjang sumber daya manusia.

“Benteng ini berada di ketinggian seperti di Kota Baubau tentu yang kita jual, sebagai suatu bagian dari peradaban dan wisata sejarah, dan di daerah sekitar bisa kita percayakan” Hanturnya

“Benteng Masiri diharapkan mampu menjadi objek wisata baik bagi masyarakat lokal maupun mancanegara, jalur pengembangan harus diarahkan kepada pariwisata berkelanjutan” jelasnya. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *