SPIONNEWS.ID, MALUKU – Aliansi Rakyat Pengawas Jalan Maluku (ARAPJAM) mengeluarkan pernyataan keras terkait dugaan kelalaian besar dan pembiaran berjamaah oleh pihak Direktorat Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Maluku, yang diduga telah membiarkan jalan utama menuju kampus di Waiheru, Kota Ambon, rusak parah selama lebih dari dua tahun.
Jalan yang menjadi akses vital mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan dan Keperawatan kini diduga berubah menjadi kubangan lumpur yang berbahaya, seolah kampus tersebut berdiri di tengah zona bencana. Padahal kampus itu adalah institusi pendidikan kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan ironi yang mengguncang logika publik.
Ketua ARAPJAM, Agus le menyebut temuan ini sebagai dugaan skandal moral dan administratif terbesar di lingkungan pendidikan kesehatan Maluku.
“Kami menduga keras ada pembiaran terstruktur yang sudah berlangsung lama. Jalan rusak dibiarkan, keluhan mahasiswa diabaikan, tapi seremoni dan pencitraan pejabat tetap jalan,” ujar Agus kepada awak media, selasa (07/10/2025)
ARAPJAM menilai situasi ini adalah bentuk dugaan kelalaian fatal dan gagalnya kepemimpinan publik di bawah Kemenkes, karena kampus yang seharusnya menjadi pusat pembelajaran justru menjadi contoh buruk dalam pengelolaan fasilitas dasar.
“Kalau dugaan ini benar, maka yang rusak bukan hanya jalan tapi hati nurani mereka yang diberi amanah memimpin kampus ini,” kecamnya
Jika persoalan ini tidak di selesaikan ARAPJAM memastikan bahwa aksi besar akan dilakukan dalam dua hari ke depan di DPRD Provinsi Maluku dan Kantor Perwakilan Kemenkes Ambon.
“Hari ini kami sudah siapkan surat pemberitahuan aksi resmi. Dua hari lagi, kami akan turun untuk mendesak DPRD dan Kemenkes agar memanggil pihak Poltekkes atas dugaan kelalaian besar ini,” tegas Agus.
Agus menuding, ada upaya mencoba menutupi fakta. Tapi kami tidak akan berhenti. Jalan kampus boleh rusak, tapi suara rakyat tidak akan pernah bisa ditimbun lumpur
“Selama dugaan kelalaian ini belum diusut, kami akan terus bergerak karena diam di tengah ketidakadilan adalah bentuk kejahatan baru.” ungkapnya
Hal senada juga ditegaskan oleh Ketua Bidang Analisis Lingkungan dan Infrastruktur ARAPJAM, Toriq Kapailu, S.Kep, menjelaskan bahwa hasil analisis dan penelusuran di lapangan menunjukkan empat dugaan pelanggaran besar yang perlu segera diselidiki DPRD Provinsi Maluku dan Kemenkes RI:
1. Dugaan pengabaian keselamatan akademik.
Jalan rusak parah diduga mengancam keselamatan mahasiswa, dosen, dan warga sekitar.
2. Dugaan pembiaran manajerial.
Direktorat Poltekkes diduga lebih sibuk dengan kegiatan seremonial ketimbang memperhatikan kebutuhan dasar kampus.
3. Dugaan penyimpangan administrasi dan lemahnya transparansi anggaran.
Tidak ditemukan bukti pengajuan resmi perbaikan jalan kepada Kemenkes pusat.
4. Dugaan kegagalan kepemimpinan total.
Kunjungan pejabat pusat diduga hanya dijadikan ajang pencitraan tanpa hasil konkret.
“Kalau dugaan ini benar, maka ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk pengkhianatan terhadap tanggung jawab publik,” tutup Toriq dengan nada keras
ARAPJAM juga meminta ke DPRD provinsi untuk tidak diam atau Kami akan turun aksi karena ini bukan soal jalan, tapi soal harga diri rakyat dan masa depan pendidikan Maluku, kecam Agus
Tuntutan Tegas ARAPJAM
1. Dugaan kelalaian berat pimpinan Poltekkes Kemenkes Maluku harus diselidiki secara terbuka.
2. DPRD Provinsi Maluku segera memanggil pihak Poltekkes dan Perwakilan Kemenkes Ambon.
3. Kementerian Kesehatan segera mengevaluasi dan mencopot Direktur Poltekkes jika dugaan pembiaran terbukti.
4. Audit dan transparansi penggunaan anggaran perbaikan infrastruktur kampus.
hingga berita ini ditayangkan, awak media belum terhubung dengan pihak terkait
Editor : Redaktur SpionNews.id Maluku

