Bupati Buton Selatan bersama dengan forkopimda yang ada di lingkup pemerintahan wilayah Kabupaten Buton Selatan didampingi dengan Kementerian penyeberangan serta pelayanan ASDP Kota Baubau. Turut hadir juga Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara dan beberapa instansi terkait yang berhubungan dengan pelayanan transportasi laut.
Ketika ditemui setelah melakukan peresmian kegiatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Buton Selatan Insanu Mengatakan "Terkait dengan Perhubungan laut penumpang dan angkutan barang hal itu memang masih sangat rendah karena kita di sini Ferry yang sandar masih posisi di samping, dan mudah-mudahan pada bulan Januari nanti, dengan launchingnya ini sudah bisa melintas baru" Imbuhnya. Dan pada tahun 2026 nanti kita sudah bisa standar depan, mudah-mudahan Dengan hadirnya launching ini pengguna jasa penyeberangan Ferry bisa meningkat,
" Karena untuk arus transportasi dari Baubau ke kadatua sudah terputus dipindahkan dari Bandar Batauga Kecamatan Batauga, Buton Selatan, dan awal kep-nya nanti yang tadinya di bau-bau berpindah ke siompu. Lanjutnya,
"Untuk rutenya sendiri ke Pulau Anal Didik , kali Pilkada tua dua kali, dan kita akan memperpanjang waktu berlabuh sekitar 2 jam, untuk satu kali penyeberangan. "Sambil berjalan nantinya kami evaluasi bersama apa yang kurang, akan kita perbaiki bersama, dan untuk tarif yang akan dikenai oleh masyarakat itu sangat rendah kami tawarkan, untuk orang dengan kategori dewasa Rp8.000, untuk angkutan bersama motor Rp10.000" Imbuhnya.
Kata Kadis Perhubungan untuk pengguna jasa penyeberangan yang biasa digunakan oleh masyarakat lokal itu dikenai Rp50.000 sekali penyeberangan, bahkan untuk kendaraan mobil yang biasanya naik dari pelabuhan Dermaga bau-bau menuju ke Kota Tua dikenai mencapai 300.000 penyeberangan" Ungkapnya.
Sedangkan kalau dari Bandar Batauga ke Pulau Kadatua itu dikenai biaya sebesar Rp130.000 per kaleng penyeberangan, dengan kehadiran ini kita bisa lebih optimal, dan kapasitas penumpang kita bisa meningkat. Dengan hadirnya ini juga bukan berarti kami bersaing dengan masyarakat yang memiliki body penyeberangan tapi pemerintah hadir untuk menjadi solusi dari perputaran ekonomi daerah yang ada di pulau-pulau tersebut
"Dan intinya semua dikembalikan kepada jasa pengguna atau masyarakat yang akan melakukan penyeberangan, dan untuk masyarakat yang memiliki transportasi body speed kami sudah membangun areal Dermaga tersendiri di samping kantor ini, sehingga kita bisa berkumpul Semua menjadi satu kesatuan yang dapat mengembangkan daerah, dengan demikian perputaran ekonomi bisa bergerak pasarnya bisa jalan dan terminalnya bisa bergerak sehingga yang dari sampolawa tidak langsung ke bau-bau tapi parkir dulu di Bandar batauga"ungkapnya.
Ia menjelaskan dengan kerja-kerja kita bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dalam maksimal pelayaran 50 ton, untuk kendaraan roda empat minimal bisa 15 buah. Ditambah dengan kendaraan bermotor sekitar 20 atau lebih ketika ditata rapi.
"Dalam menyambut Natal dan tahun baru kami juga menyediakan tiket gratis bagi masyarakat yang ingin menyeberang ke daerah Kadatua, Siompu dan tiket gratis ini akan berlaku dari tanggal 22 Desember hingga tanggal 31 Desember 2025, dan untuk sementara berlaku untuk jasa orang"jelasnya.
Tegasnya, Untuk Pelabuhan Batu Atas sendiri saat ini Pemerintah Daerah telah melakukan koordinasi dan memberikan dokumen terkait hal-hal yang dibutuhkan oleh pemerintah pusat ataupun daerah yang akan membantu dalam pembangunan jasa pelabuhan tersebut, untuk saat ini yang diserahkan adalah master plan dan DID. Dan mudah-mudahan dokumen tersebut bisa terealisasi tahun depan.
" Kami menghimbau kepada masyarakat untuk bisa menggunakan fasilitas negara karena ini merupakan bagian daripada subsidi pemerintah kepada masyarakat sehingga bisa mengoptimalkan pembangunan dan menstabilkan arus ekonomi yang ada di daerah khususnya wilayah Pulau Siompu dan Pulau Kadatua" Tuturnya.
Ungkapan Senada diberikan kepada Camat Kadatua Syamsul mengatakan, Alhamdulillah dengan adanya launching hari ini bisa membantu masyarakat, yang belum ada solusi terkait dengan penyeberangan kendaraan dan distribusi bahan pangan ke pulau-pulau ini, Alhamdulillah dengan berjalannya hari ini nantinya membantu masyarakat, baik dari sisi pembangunan maupun ekonomi pasti akan cepat bergerak .
"Bila dibandingkan dengan penyeberangan dari baubau penyeberangan melalui Bandar Batang lebih diuntungkan masyarakat, Berdasarkan hasil rapat kami bersama dengan DPRD , tarif harga tiket yang ada lebih rendah bahkan setengah dari harga yang biasa" ujarnya.
Dan kegiatan ini bisa membantu penyaluran logistik yang akan dibawa ke pulau-pulau terdekat menggunakan Ferry. (Ha).
Editor : Harry

