SPIONNEWS, Baubau – Partai Solidaritas Indonesia wilayah kepulauan Buton melakukan recorder sekaligus pelantikan untuk semua pengurus mulai dari DPD PSI Kota Baubau, DPD PSI Kabupaten Buton, DPD PSI Buton Selatan, DPD PSI Buton Utara, DPD PSI Buton Tengah. Kegiatan ini sebagai bentuk dan upaya partai politik dalam menyusun struktur organisasi dan melaksanakan pembentukan karakter partai PSI.
Dalam Sambutannya Ketua DPW PSI Provinsi Sulawesi Tenggara, Raji’un Tumada, menyatakan, Apalah artinya adanya ketua DPW ataupun DPD ketika kepengurusannya lumpuh ke bawah, maka saya berharap kepada seluruh ketua DPD wilayah kepulauan Buton, marilah kita membentuk struktur mulai dari tingkat DPC Kecamatan, hingga ke bawah, di tingkat Ranting kelurahan, karena semua struktur organisasi, apalah gunanya ketika DPC tidak ada dan hanya ada dpd-nya.

“Tapi kalau kemudian semua DPC seluruh Indonesia seluruh Sulawesi Tenggara terbentuk dengan dengan rapi sesuai dengan petunjuk Mr J” Ujarnya. Senin, 12/1/2026, di hotel Galaxi Iin, Kota Baubau.
Lebih jauh, Ia menyampaikan dua hal, kalau mesin politik sudah bagus dari tingkatan DPD DPC hingga ranting Saya kira bensinnya juga sudah pasti bagus.”Mesin politik adalah struktur kepengurusan dari bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah ujar beliau Mr J” Kata Raji’un.
Ucap Ketua DPW PSI Sultra, Oleh karena itu saya menghimbau kepada semua DPD untuk Mari kita menghimpun kepengurusan walaupun PSI dianggap baru 11 tahun, tapi yakin dan percaya baru 2 bulan ketua umum kita telah masuk 10 besar.
“Dalam rangka Rakorda ini yaitu menyatukan pikiran, dari kabupaten Wakatobi hingga di Kabupaten Buton Utara, untuk bisa menyatukan struktur dari tingkatan DPW DPD DPC dan DPR, dan syukur alhamdulillah titik temu sudah kita dapatkan, pelaksanaan dalam penguatan struktur akan ada proses pelantikan DPC, begitu juga pada tingkat DPR dan hari ini saya didampingi oleh ketua harian DPW PSI Sultra, dewan pakar budaya dan para ketua DPD wilayah kepulauan Buton” Kata Rajiuan.
Ungkapan Senada oleh Ketua Harian DPW PSI Sultra Abu Hasan mengatakan “Ada dua hal yang harus dipertahankan, yang pertama nilai Pengabdian dan kedua nilai harapan, dan kedua hal ini sudah diungkap secara tuntas oleh ketua DPW Sultra, dan yang mewakili, DPD kalau nilai pengabdian kita sempurna, Maka insya Allah nilai harapannya kita juga yang kita dapat sempurna” Ungkapnya.
Ia menuturkan, kalau nilai pengabdian kita setengah-setengah, maka nilai harapan yang akan kita raih juga setengah-setengah oleh karena itu bergabungnya jumlah tokoh lokal, ini Bukan soal gampang, ini yang menjadi salah satu faktornya adalah warna magnet sosial dan magnet politik ketua DPW Sultra, dan permainan PSI ini sangat elegan, ada tokoh lokal yang dimunculkan saat ini, dan ada juga tokoh lokal yang di hidden dan akan dimunculkan nanti.
“Ini merupakan Strategi politik dan sekaligus strategi perang kalau kita mau memenangkan sebuah pertarungan, yang kita inginkan tokoh-tokoh yang bergabung adalah tokoh yang memiliki pemahaman tentang arus bawah ini bergerak, agar Bagaimana arus bawah dikelola, Bagaimana arus bawah ini muncul secara bersama-sama sehingga menjadi sebuah kekuatan baru energi baru yang bisa menjadi meminimalisir tokoh-tokoh masyarakat bawah, dan itu ada di PSI” Tegasnya.
” Terkait dengan ketertarikan saya kepada PSI adalah ketertarikan objektif dan ketertarikan secara subjektif, sebagai ketertarikan subjektif Saya sebagai anak bangsa sebagai akademik, ingin melihat perjalanan demokrasi di Sulawesi Tenggara untuk bisa lebih baik, sehingga saya harus berkiprah kembali ke dunia partai dan saya memilih PSI” ujarnya.
Katanya, dan PSI juga bukan hanya singkatan dari solidaritas Indonesia, tapi partai untuk Sulawesi Tenggara dan untuk Indonesia. Dan yang kedua adalah alasan objektif partai yang di Indonesia ini ada yang besar ada yang lama ada juga yang baru, yang besar partai kalau tidak solid pasti kalah, menang. (Ha).
Editor : Harry

