
SPIONNEWS.ID, BATAUGA – Partai Gerindra melaksanakan Dirgahayu Partai Gerindra ke-18 di seluruh Indonesia pada tanggal 6 Februari 2026, untuk wilayah Kabupaten Buton Selatan seluruh anggota DPC Partai Gerindra Kabupaten Buton Selatan menggelar ulang tahun Partai Gerindra di Gedung Lamaindo, Rabu, 11/2/2026.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir simpatisan Partai Gerindra dan masyarakat, serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama hadir dalam acara itu.
Ketika ditemui Ketua DPC Gerindra Buton Selatan, H. Muhammad Adios mengatakan; “Alhamdulillah dalam rangka ulang tahun Gerindra yang ke-18 tahun ini, kita melakukan (kegiatan, Red) pertama adalah (dengan memberikan, Red) santunan kepada masyarakat, dan anak yatim. Saat bertemu masyarakat juga mengharapkan dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, MBG, anak mereka dapat gizi dan sehat, sehingga belajar semakin baik,” jelasnya.
Untuk itu, lanjutnya; “Kami dari Gerindra selalu berjuang terus dan terus untuk bisa melayani masyarakat, sehingga bisa sejahtera,” ucapnya.
Sambung Adios; “Alhamdulillah dari kader-kader Partai Gerindra yang duduk di DPRD Buton Selatan, DPRD Provinsi dan DPR RI pusat termasuk kader-kader yang duduk di kementerian memiliki perhatian khusus kepada masyarakat Kabupaten Buton Selatan,” imbuhnya.
Ia pun menjelaskan, untuk hal itu pihaknya sedang bekerja keras. “Saya sudah tekankan kepada setiap OPD untuk bisa lebih fight, agar kita bisa mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat, sesuai dengan Tupoksi masing-masing OPD, terutama di bidang kelautan dan perikanan termasuk bidang pertanian,” ungkapnya.
Menurutnya; “Terkait dengan program proyek kabel bawah laut, ternyata ada juga beberapa kepala daerah yang berjuang untuk bisa mendapatkan program tersebut, termasuk Pemerintah Daerah Buton Tengah juga membutuhkan kabel bawah laut, apalagi kita ini yang di daerah kepulauan dan anggarannya untuk kita hanya 94 miliar, dan hal tersebut sedang dikaji kembali bila dibandingkan dengan pembangunan pasar yang nilainya mencapai 100 miliar,” imbuhnya.
Bila menggunakan kabel bawah laut, kata Adios, anggarannya tiap tahun makin kecil bila dibandingkan dengan menggunakan mesin tiap tahunnya akan menjadi cost yang sangat besar dimana membutuhkan lahan membutuhkan perawatan bahkan membutuhkan solar sebagai pembangkit tenaga listrik, bahkan apabila terjadi kerusakan, dan bila ada kabel bawah laut maka semua permasalahan dan beban tersebut bisa berkurang. (Ha)
Editor : Harry & Sdr. RAL

