SPIONNEWS, Siompu Barat- Salah satu peninggalan budaya dan adat yang ada di pulau stiompu yaitu Baruga yang ada di Desa Lalole, terlihat sudah sangat tua dan lama diperkirakan usia sekitar 100 tahun yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan didukung oleh masyarakat adat dan tokoh adat yang ada di desa tersebut.
Pertemuan antara Sekda dan generasi muda yang ada di Kecamatan Siompu Barat, ikut hadir di dalamnya pemerintah Kecamatan dan Asisten 1 dan Asisten 3, bersama masyarakat di Baruga, membahas terkait kegiatan sosial yang akan diselenggarakan oleh generasi muda yaitu Fitri CUP Ke 43.
Dalam pertemuan tersebut ikut hadir para tokoh masyarakat dan tokoh adat agar meminta kepada pemerintah daerah untuk bisa membantu merenovasi kembali Baruga yang saat ini sudah terlihat tua dan rapuh.
Dalam Pertemuan tersebut, Plt. Camat Siompu Lakata, S. KM, Mengatakan ” pertemuan yang tidak dijadwalkan di Baruga ini menjadi salah satu aspirasi masyarakat agar pemerintah daerah bisa melihat lebih dekat kondisi salah satu Baruga yang sudah tua di Siompu Barat, karena dengan dukungan pemerintah daerah bisa sedikit membantu masyarakat yang belum lama ini melakukan perbaikan atap Baruga di Desa Lalole, yang sudah bocor, dan didirikan sejak tahun 1973″ Tuturnya.
Ia menjelaskan, selain itu juga pertemuan-muan ini menjadi salah satu momen agar pemerintah daerah bisa membantu masyarakat siompu barat yang dalam hal ini akan melakukan kegiatan sosial Fitri CUP Ke 43, dimana kegiatan ini telah berlangsung sejak 43 tahun yang lalu dan masih terus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini.

“Dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi momen silaturahmi yang sangat erat antara masyarakat dan warga dan juga menghadirkan bakat-bakat dari generasi yang ada di Pulau Siompu, karena kegiatan ini memiliki banyak cabang olahraga dan akan diselenggarakan di setelah hari bulan suci Ramadan, selama hari raya Idul Fitri” Ucapnya, Senin, 16/2/2026.
Setelah pertemuan tersebut Sekda Buton Selatan mengapresiasi kegiatan generasi muda tersebut dan mengharapkan nantinya bisa menjadi salah satu momen sosial yang bisa mengikat persaudaraan baik yang pulang dari Rantau maupun yang ada di pulau siompu, sehingga persatuan dan kesatuan bisa tetap terjaga dan terawat dengan baik. (Ha)
Editor : Harry

