Jaga Anak Perempuan Kita Dari HIV, Generasi Tangung Jawab Kita Semua

SPIONNEWS, Cerita Nyata,

HIV Lagi Marak hati -hati“ Dari Anak Sekolah ke Gadis Michat: Ketika Dunia Membiarkan Seorang Anak Berjuang Sendirian.”Suasana di ruang poli rumah sakit. Siang hari. Saya duduk di meja dokter dengan hasil laboratorium di tangan. Di depan saya duduk seorang gadis muda. Tangannya saling menggenggam, wajahnya terlihat tegang.

Dokter (saya):Saya ingin kita bicara dengan tenang, ya.

Pasien:Iya dok…

Dokter:Hasil pemeriksaan darah yang kemarin itu… sudah keluar.(Saya berhenti sebentar, menatapnya dengan hati-hati.)

Dokter:Hasilnya menunjukkan… adik positif HIV.(Dia langsung diam. Tatapannya kosong ke lantai. Beberapa detik tidak ada suara).

Pasien:Jadi…itu su betul sudah dok…

Dokter:Iya… tapi adik dengar baik-baik. HIV sekarang ada obat. Kita bisa kontrol supaya adik tetap bisa hidup lama dan sehat.(Matanya mulai berkaca-kaca.)

Pasien:Dok… orang pasti bilang saya ini perempuan tra benar.

Dokter:Saya di sini bukan untuk menghakimi adik.Kalau adik mau cerita… saya dengar.(Dia menarik napas panjang.)

Pasien:Dok… dari kecil saya su tra ada bapa.Bapa pergi tinggalkan saya deng mama. Saya bahkan su tra ingat bapa muka yg bgmn.Mama saja yang kerja sendiri… jualan kecil-kecil di pasar. Mama sering bilang ke saya,”Ko harus sekolah tinggi supaya hidup ko tra susah macam mama.”

Dokter:Mama pasti kerja keras sekali untuk adik.

Pasien:Iya dok…Tapi waktu saya SMA… mama sakit lama.Kitorang tra ada uang untuk berobat baik-baik.Akhirnya… mama meninggal.(Dia mulai menangis pelan.)

Pasien:Waktu itu saya baru umur 16 tahun dok.Teman-teman masih sekolah…

saya malah harus berhenti. Tra ada biaya.Tra ada orang tua lagi.Tra ada yang bantu Waktu orang lapar dok…dia su tra pikir jauh lagi.

Ada teman bilang ke saya,”Kalau ko mau uang cepat… ikut saja michat.”Awalnya saya takut.Tapi saya juga takut lapar.Akhirnya… saya masuk di situ. Saat mendengar itu tenggorokan saya tercekat, rasanya tak ada kata2 yg cukup saya kluarkan buat mnguatkan anak itu.

Dokter:Ini situasi yang tidak mudah apalagi buat anak seusiamu.

Pasien:Orang lihat saya sekarang pasti bilang”Perempuan ini rusak.”Tapi tra ada yang pernah tanya…Kenapa seorang anak umur 16 tahun bisa sampai jual diri. Bapa tra ada. Mama meninggal. Sekolah berhenti. Perut lapar.Dokter:…(Saya terdiam sejenak, rasanya air mata sudah mulai keluar dari ujung mata, saya coba menarik napas panjang, coba mencerna apa yg dialami pasien ni.)

Dokter:Adik… dengar saya baik-baik.Cerita hidup adik ini bukan cuma soal adik buat salah. Ini juga tentang anak yang kehilangan bapa. Remaja yang kehilangan mama. Dan sistem yang tra cukup kuat jaga anak supaya tetap sekolah. Kadang masyarakat cepat sekali kasih cap…tapi lambat sekali untuk menolong.(Dia mengusap air matanya.)

Pasien:Tapi sekarang… saya yang tanggung semua ini dok.

Dokter:Iya… dan itu memang tidak mudah.Tapi hidup adik belum selesai. Ade masih punya masa depan.Dengan minum obat teratur ko bisa sperti orang pada umumnya, bisa melanjutkan sekolah, bisa menikah, bahkan punya anak Kuncinya hanya satu minum obat rutin setiap hari.

Pasien:Dok…Kalau saja dulu ada orang yang menolong saya tetap sekolah…atau ada yang bilang “kamu masih punya masa depan”…mungkin hari ini saya tidak duduk di kursi poli ini.Saya cuma berharap satu saja.

Dokter:Apa itu?

Pasien:Semoga tra ada lagi anak perempuan macam saya.

Anak yang harus pilihantara lapar…atau hilang masa depan.(Ruangan poli itu kembali sunyi. Hanya suara kipas angin yang berputar pelan.)Kadang yang masyarakat bilang “anak nakal”…sebenarnya cuma anak yang terlalu lama dibiarkan berjuang sendiri tanpa ada yang datang pegang de tangan.🥹🥀💔

Catatan: Jagan kita menilai orang lain dari apa yang kita lihat kita belum tahu seberapa besar pengorbanan yang dia lakukan untuk tetap hidup🥀💔🥹

Sumber : FB. Febrlin Idjie ElsaMom

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *