SPIONNEWS, Batauga – Kepengurusan KONI Buton Selatan (BUSEL) kian menjadi sorotan. Seorang pemerhati olahraga yang enggan disebutkan namanya menilai bahwa sejak 2025 hingga 2026 ini kinerja KONI BUSEL dinilai paling bobrok bila dibandingkan dengan periode sebelumnya, dengan sejumlah catatan tajam terkait tata kelola organisasi dan anggaran.
Pemerhati tersebut menyebut sejak 2025 KONI Buton Selatan belum pernah secara konsisten menggelar rapat terbuka dengan seluruh cabang olahraga. Padahal, rapat terbuka diperlukan agar pengurus cabor memahami arah kebijakan, program kerja, dan alokasi dukungan yang dijanjikan.
“Ketidakhadiran forum seperti ini membuat banyak cabor tidak tahu harus kemana dan apa yang sedang direncanakan KONI,” katanya. Senin, 11/5/2026.
Soal anggaran, pemerhati olahraga itu menyoroti ketiadaan skema operasional yang transparan kepada cabor.
Ia mengaku mendapat informasi bahwa anggaran hanya didistribusikan kepada cabor‑cabor tertentu yang “dekat” dengan pengurus, sehingga muncul kesan pembagian secara kroni.
“Cabor yang tidak punya kedekatan personal sulit mengakses dukungan, meskipun sudah punya prestasi di tingkat provinsi,” ujarnya.
Pemerhati tersebut juga menegaskan, hingga kini platform dan program kerja KONI Buton Selatan masih terasa kabur. Tidak ada roadmap jelas yang diterima cabor, seperti pembinaan atlet muda, kalender kompetisi, maupun strategi peningkatan prestasi untuk Porprov atau even lainnya.
“Janji‑janji saat pemilihan pengurus tidak tercermin dalam program kerja konkret,” imbuhnya.
Ketika dikonfirmasi, Ketua KONI Buton Selatan Darmani menjelaskan dalam waktu dekat akan kami undang semua pengurus cabang olahraga, untuk bisa duduk bersama dengan Bupati Buton Selatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, dan seluruh pengurus KONI Buton Selatan, sehingga semua keluh kesah para pengurus Cabor bisa di dengar langsung oleh Bupati Buton Selatan.
“Untuk persiapan anggaran akan kami usulkan pada anggaran perubahan, dan hal itu nantinya hasil dari rapat bersama nantinya” imbuhnya.
Untuk kepengurusan Cabang Olahraga (Cabor) Kata Ketua KONI, yang akan ikut pada porprov nanti dilihat dari SK kepengurusan cabor masing-masing, apakah masih aktif atau sudah kadarluarsa. (Ha)
Editor : Harry
