Perkuat Langkah Bersama, Dinkes Buton Selatan Koordinasi Penurunan Angka Stunting

SPIONNEWS, BATAUGA – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan terus memperkuat langkah strategis dalam percepatan penurunan angka stunting melalui rapat koordinasi lintas sektor. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian, serta menyusun rencana tindak lanjut yang lebih tepat sasaran di seluruh wilayah kecamatan.

Dalam pertemuan tersebut, dilaksanakan sesi presentasi mendalam yang memaparkan langkah-langkah teknis, program prioritas, serta intervensi yang harus segera dilakukan untuk memutus rantai stunting. Materi yang disampaikan mencakup data kondisi terkini, penyebab utama terjadinya stunting, hingga pembagian tugas yang jelas antar instansi agar penanganan berjalan terpadu dan menyeluruh.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, dr. La Ode Achmad Amanah Maulana, menyatakan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendirian oleh sektor kesehatan saja, melainkan memerlukan sinergi kuat dari seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.

“Stunting adalah masalah kompleks yang dampaknya dirasakan jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia kita. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh, terpadu, dan melibatkan semua pihak mulai dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa,” ujar dr. La Ode Achmad Amanah Maulana saat dikonfirmasi usai kegiatan.

Ia menjelaskan, melalui presentasi yang disampaikan, seluruh peserta mendapatkan gambaran jelas mengenai hal-hal yang harus dilaksanakan secara nyata di lapangan. “Kita pastikan pelayanan gizi berjalan optimal, pemantauan pertumbuhan anak rutin dilakukan di posyandu, serta intervensi spesifik dan sensitif segera sampai ke sasaran. Kita tidak ingin ada anak di Buton Selatan yang kehilangan kesempatan tumbuh sehat dan cerdas hanya karena kurang gizi sejak dini,” tambahnya.

Koordinasi ini dihadiri oleh jajaran tenaga kesehatan, perwakilan TP PKK, instansi terkait, hingga pemangku wilayah. Disepakati bahwa ke depannya pengawasan akan diperketat, data akan dimutakhirkan secara berkala, dan komunikasi dengan masyarakat akan digencarkan agar pencegahan stunting berhasil maksimal demi masa depan daerah yang lebih berkwalitas. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *