SPIONNEWS, BATAUGA,— Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan melaksanakan kegiatan Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan atau yang dikenal dengan istilah EHRA (Environmental Health Risk Assessment).
Studi ini merupakan survei partisipatif tingkat kabupaten yang dirancang untuk memetakan kondisi fasilitas sanitasi, kebersihan, serta perilaku masyarakat hingga tingkat rumah tangga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, dr. La Ode Achmad, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai dasar perencanaan program kesehatan lingkungan yang tepat sasaran.
“EHRA adalah survei partisipatif yang dilakukan di tingkat kabupaten/kota untuk mengetahui secara mendalam kondisi fasilitas sanitasi, kebersihan lingkungan, serta pola perilaku masyarakat pada skala rumah tangga. Data yang dikumpulkan menjadi dasar penentuan prioritas penanganan masalah kesehatan lingkungan di setiap wilayah” Ungkapnya.
Tujuan Utama Studi EHRA, Mengumpulkan data primer tentang layanan sanitasi dasar yang meliputi: akses air bersih, kepemilikan dan penggunaan jamban, pengelolaan sampah rumah tangga, serta sistem saluran pembuangan limbah rumah tangga., Menilai risiko kesehatan lingkungan berdasarkan wilayah atau kawasan, sehingga dapat diketahui daerah mana yang paling berisiko terhadap penularan penyakit berbasis lingkungan., Menyusun data perencanaan program sanitasi serta strategi advokasi masyarakat yang tepat sasaran dan berbasis data nyata di lapangan.
Pelaksanaan Program, Penanggung Jawab: Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan bersama Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi daerah, Petugas Lapangan (Enumerator): Tenaga sanitarian dari masing-masing Puskesmas, dibantu oleh kader kesehatan seperti kader Posyandu dan kader Tim Penggerak PKK., Sasaran Responden: Rumah tangga di wilayah terpilih yang akan diwawancarai seputar kebiasaan buang air, praktik cuci tangan, serta pengelolaan sampah dan limbah di rumah., Acuan Teknis: Seluruh prosedur pelaksanaan mengacu pada Panduan Praktis Pelaksanaan EHRA yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Menurut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan dr. La Ode Achmad menyampaikan pentingnya kegiatan ini bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat:
“Studi EHRA ini bukan sekadar pengumpulan data, melainkan langkah awal kita memahami secara akurat apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan terkait akses sanitasi dan perilaku masyarakat. Dengan data yang valid dan akurat, kita tidak lagi menebak-nebak dalam menyusun program, melainkan bisa menentukan prioritas penanganan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat di setiap wilayah.”ungkapnya di Aula Hotel Al Safitri, Batauga, Kamis, 3/9/2026.
dr. La Ode Achmad juga mengapresiasi peran sanitarian dan kader kesehatan yang turun langsung ke lapangan, mengingat keberhasilan survei ini sangat bergantung pada ketelitian dan kejujuran dalam merekam data dari rumah ke rumah.
Hasil studi EHRA ini nantinya akan, Menjadi dasar penyusunan program sanitasi daerah yang lebih tepat sasaran, Membantu pemerintah daerah mengajukan anggaran dan kerjasama dengan pihak terkait, Memetakan kawasan prioritas penanganan sanitasi, Menjadi bahan edukasi dan advokasi perubahan perilaku masyarakat, Mendukung pencapaian target Kabupaten/Kota Sehat dan Universal Sanitasi. (Ha)
Editor : Harry

