BINA KEPATUHAN & KETERSEDIAAN OBAT: DINAS KESEHATAN BUTON SELATAN EVALUASI PELAPORAN OBAT SE-PUSKESMAS

SPIONNEWS, BATAUGA — Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan menggelar kegiatan pembinaan pelaporan dan evaluasi kepatuhan Rencana Kebutuhan Obat (RKO), sekaligus penilaian ketersediaan obat melalui evaluasi pelaporan obat di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Buton Selatan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, dr. La Ode Achmad, serta dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, pejabat terkait di lingkungan Dinas Kesehatan, dan para Kepala Puskesmas beserta penanggung jawab farmasi dan logistik obat se-Kabupaten Buton Selatan.

Dalam arahannya, dr. La Ode Achmad menegaskan bahwa ketersediaan obat yang lengkap, tepat waktu, dan terjangkau merupakan salah satu indikator utama kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas tingkat pertama.

“Obat dan alat kesehatan adalah jantungnya pelayanan kesehatan. Jika obat tidak tersedia atau pelaporan kebutuhan tidak akurat, maka pelayanan kepada masyarakat akan terhambat. Evaluasi RKO ini bukan sekadar administrasi, melainkan upaya memastikan setiap warga Buton Selatan mendapatkan pelayanan yang layak dan obat yang dibutuhkan,” ujar dr. La Ode Achmad, Selasa,8/9/2026 di Aula Hotel Al Safitri.

Kegiatan ini mencakup peninjauan kelengkapan laporan pemakaian dan stok obat, kesesuaian antara RKO dengan realisasi di lapangan, ketepatan waktu pelaporan, serta analisis kekosongan obat dan obat yang kedaluwarsa di masing-masing Puskesmas. Hasil evaluasi menjadi dasar perbaikan perencanaan kebutuhan obat pada periode berikutnya agar tidak terjadi kekosongan maupun penumpukan stok yang tidak perlu.

Kadis Kesehatan juga menekankan pentingnya peran penanggung jawab obat di setiap Puskesmas untuk disiplin dalam pencatatan dan pelaporan, serta transparansi dalam pengelolaan persediaan obat.

“Kepatuhan melaporkan data yang akurat adalah fondasi perencanaan yang baik. Dengan data yang benar, alokasi anggaran dan distribusi obat bisa lebih tepat sasaran, efisien, dan tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.

Para Kepala Puskesmas menyambut baik kegiatan pembinaan ini dan berkomitmen untuk meningkatkan ketepatan waktu dan kualitas pelaporan obat serta keakuratan data RKO ke depannya. Dinas Kesehatan juga berencana melakukan monitoring berkala agar temuan evaluasi segera ditindaklanjuti dan ketersediaan obat di tingkat masyarakat semakin terjamin. (**)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *