Ketua Gekraf Busel, Pilih Berbelanja di Kaki Lima:Pesan Kuat Untuk Ekonomi Rakyat

SPIONNEWS.ID, Buton Selatan – Di tengah tren belanja yang serba modern dan digital, sebuah potret sederhana namun penuh makna tertangkap di sebuah sudut kampung di Buton Selatan.

Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) Buton Selatan terlihat membeli bensin eceran di sebuah kios kayu sederhana. Bukan di SPBU yang megah, tapi di lapak milik seorang mama-mama di Buton Selatan yang menggantungkan hidup dari jualan harian.

Ketua GEKRAF Buton Selatan tampak berbincang akrab dengan sang penjual yang memegang botol plastik hijau berisi bensin.

Tak ada protokoler, tak ada seremonial. Hanya transaksi kecil antara dua warga.

Namun di balik gerakan ini ada pesan besar yang ingin disampaikan oleh Ketua Gerakan Ekonomi kreatif, bukan hanya konten digital. Ekonomi kreatif yang paling jujur itu ada di sini, di kaki lima, di dapur-dapur warga yang setiap hari memutar uang untuk menghidupi keluarga,” ujar sang Ketua Gekraf Buton Selatan saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, gerakan ekonomi kreatif sering kali salah dimaknai sebagai gerakan yang eksklusif untuk anak muda perkotaan. Padahal, pelaku ekonomi kreatif yang sesungguhnya adalah mama-mama penjual bensin eceran, bapak-bapak pembuat perahu, ibu-ibu penenun, dan pedagang kecil lainnya yang bertahan dengan kreativitas dan kerja keras di tengah keterbatasan.

Kita selalu ajak orang untuk belanja di UMKM. Maka kita sendiri harus mulai dulu. Satu liter bensin yang kita beli di sini, uangnya langsung berputar untuk beli beras, untuk uang sekolah anak -anaknya, Kalau kita beli di ritel besar, uangnya lari ke pusat,” tambahnya.

Aksi ini pun mendapat respon positif dari warga sekitar. Kehadiran Ketua Gekraf Buton Selatan di lapak-lapak kecil dianggap sebagai bentuk penghargaan, bahwa usaha kecil mereka dilihat dan dihargai.

Fenomena bensin eceran dalam botol memang menjadi pemandangan khas di kepulauan seperti Buton Selatan. Jarak SPBU yang jauh dan kondisi geografis membuat pedagang eceran menjadi nadi utama distribusi energi bagi masyarakat. Mereka adalah pahlawan logistik yang sering terlupakan.

Melalui momen ini, Ketua Gekraf Buton Selatan ingin mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan gerakan sederhana , Belanja di tetangga sendiri.

Tidak perlu menunggu program besar. Cukup dengan membeli kebutuhan harian di warung sebelah rumah, di lapak mama-mama, di penjual ikan di pesisir. Di situlah ekonomi kerakyatan hidup.

Karena pada akhirnya, kekuatan ekonomi Buton Selatan tidak dibangun di gedung-gedung tinggi, melainkan di kios-kios kayu sederhana dengan atap seng seperti yang ada di foto ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *