SPIONNEWS, BAUBAU – Kamis, 7/9/2023, berlokasi di Kelurahan Bugi, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, agenda Sunatan massal, setiap 7 tahun sekali, dimana anak-anak yang disunat mengunakan pakaian Adat Buton, hal ini dilakukan demi melestarikan budaya Buton. Kegiatan Sunatan massal kali ini menjadi kegiatan yang ke -5, kegiatan hari ini, di mulai pada pukul 3 sore, yang mengikuti sunatan sebanyak 102 orang dan umur mereka di atas 6 tahun.
Anak – anak yang ikut hampir semuanya masih duduk di sekolah dasar, katanya, kegiatan ini, sempat dihadiri wisatawan dari luar negeri, dari berbagai negara, “Sail Indonesia 2023.Kegiatan ini di Lokasi di Galampa Kelurahan Bugi, Kecamatan Sorawolio.
Saat ditemui Ketua Panitia sunatan massal, Zudin, S.Ip. termasuk menjabat Ketua Lembaga Adat , Kelurahan Bugi , Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau,dan Ketua DPD KKL(Dewan Pimpinan Daerah Kerukunan Keluarga Laporo) Kota Baubau.
Ia mengatakan, masyarakat Cia cia Laporo Kel. Bugi Kec. Sorawolio, sebagai komunitas yang memiliki adat istiadat dan budaya dari Warisan Leluhur sejak ratusan tahun yang lalu, adat istiadat dan Budaya masyarakat Laporo di Kel. Bugi sangat sakral dan kental sampai hari ini.
“Dalam tatanan kehidupan sosial seluruh masyarakatnya taat dan tunduk kepada norma – norma adat, sehingga terlahir generasi-generasi yang berahlak karimah dan memiliki ahlak yang mulia sebagai anak/ masyarakat adat” Ucapnya..
Tuturnya, Adapun prosesi ritual kegiatan adat yang dilaksanakan di halaman Baruga adalah Prosesi Singgiloa Toowa ( Sunatan Masal Besar ) yang diselenggarakan 7 tahun sekali dilaksanakan selama 5 hari 5 malam.
“Sebagai tujuan dari kegiatan ini adalah untuk proses pendewasaan anak laki-laki dan perempuan menuju baliq dalam menuntun dan melaksanakan Syari’at Agama Islam” jelasnya.
para sunatan di ajak keliling kampung untuk menemui, Tokoh Adat dan berjalan lagi keliling Kampung menuju Galampa.
Adat istiadat masyarakat Ciacia, atau biasa juga di kenal dengan nama Laporo yang ada di Kel. Bugi yang memiliki manfaat dan tujuan yang positif untuk membangun silaturahim, persatuan, karakter dan moralitas antar sesama masyarakat Ciacia atau Laporo di Kelurahan Bugi baik yang ada di kampung maupun di perantuan, juga memiliki peran dalam pembangunan untuk kemajuan masyarakat Ciacia laporo Kel. Bugi.
Dalam Kegiatan ini, yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Baubau, di mana adat dan budaya ini sudah terjaga dan terpelihara sampai saat ini.
“maka harapannya perlu nilai-nilai budaya leluhur dipertahankan dan dilestarikan terus sampai pada generasi generasi di akhir Zaman” katanya.
Liputan: Ismail
Editor: Harry

