SPIONNEWS.ID, Ambon – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, pembersihan Kali Air Salak bersama Masyarakat RW 01, RT 01, RT 02, RT 32, dan RT 33 Desa Waiheru. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif lingkungan yang melibatkan berbagai pihak pada lingkungan RW 01.
Kerja bakti lingkungan itu bersama Ketua RW 01, Bapak Silas Lakafin, dan Tokoh Masyarakat sekaligus Ketua RT 02, Ibu Haji Normawati yang turut hadir langsung pada kegiatan bersih-bersih Kali Air Salak. Pentingnya kegiatan ini guna menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan dan ekosistem yang vital bagi lingkungan sekitar. “Sungai adalah nadi kehidupan. Dengan membersihkannya, kita tidak hanya menjaga keindahan alam tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat,” ujar Ketua RW 01, Silas Lakafin.
Lebih lanjut, Silas Lakafin menuturkan, pembersihan sungai ini melibatkan sekitar masyarakat Air Salak dan relawan yang bekerja sama dalam mengumpulkan sampah dan limbah di sepanjang aliran sungai. “Mereka dilengkapi dengan perlengkapan pelindung dan alat-alat pengumpulan sampah untuk memastikan proses berjalan dengan aman dan efisien,” sambungnya.
Ditemui di waktu dan tempat yang sama, selaku Tokoh Masyarakat sekaligus Ketua RT 02 Kampung Air Salak, Haji Normawati menyampaikan bahwa, kegiatan bersih-bersih kali ini merupakan langkah awal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan, sekaligus reaksi dari masyarakat setempat sebagai suatu bentuk kecintaan mereka terdapat kebersihan lingkungan, terutama Lingkungan Kali Air Salak.
Menurut Haji Normawati, kegiatan ini juga sebagai bentuk dari Sosialisasi PERDA Nomor 11 Tahun 2015 Pasal 55 Tentang Pengelolaan Sampah Pemerintah Kota Ambon, khususnya di wilayah Desa Waiheru. Beliau juga menyampaikan tentang dampak dan sangksi yang ditimbulkan apabila masyarakat tidak mengindahkan sebuah himbauan berdasarkan regulasi yang telah diterbitkan oleh Pemerintah Kota Ambon tersebut.
Kegiatan ini, masih kata Haji Normawati, diharapkan dapat memotivasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam usaha pelestarian lingkungan, terutama masyarakat di sekitar bantaran Air Salak. “Kami berharap inisiatif ini akan menjadi contoh bagi masyarakat dan mendorong tindakan serupa untuk terus melakukan tindakan bersih-bersih dalam menjaga lingkungan perairan,” tambah beliau.
Pembersihan sungai itu, lanjut Haji Normawati, diharapkan dapat memperbaiki kualitas air dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem dan masyarakat sekitar. “Keberhasilan kegiatan ini bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Melalui kerja sama dan komitmen bersama, diharapkan Kali Air Salak akan kembali menjadi simbol kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.(*)
Liputan: Sudarmono
Editor: Rusly, S.Mn.

