Kesenjangan Infrastruktur Pendidikan Di Kelimury “Memprihatinkan”

SPIONNEWS.ID, SERAM BAGIAN TIMUR, MALUKU – Kondisi pelajar sekolah dasar di Kecamatan Kelimury Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku cukup memprihatinkan. Pasalnya mereka harus menyeberangi aliran sungai demi menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menggapai masa depan mereka yang cerah di kemudian hari, ini adalah contoh potret nyata kesenjangan infrastruktur pendidikan di Provinsi Maluku.

Akses pendidikan yang layak seharusnya menjadi hak dasar setiap anak Indonesia, namun kenyataan ini menunjukkan bahwa masih banyak wilayah yang belum tersentuh oleh pembangunan yang memadai. Situasi ini tidak hanya membahayakan keselamatan para pelajar tetapi juga berpotensi menghambat semangat belajar dan cita-cita mereka.

Hal itu diungkapkan oleh Aktivis Muda Maluku, Amidan Rumbouw kepada wartawan spionnews.id di Maluku, Jumat (24/01/2025).

Oleh karena itu, Amidan Rumbouw menuturkan Pemerintah Provinsi Maluku Terpilih Periode 2025-2030 diharapkan, setelah terlantik dapat mengantarkan atau menjadikan isu pendidikan sebagai prioritas utama dan dapat menjalin kerja sama yang baik dan erat antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan Pemerintah Pusat khususnya Presiden RI. “Hal ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan mendasar yakni pembangunan jembatan, jalan, dan sarana transportasi yang aman dan menjadi prioritas utama dari Rencana Strategis Pembangunan Daerah. Selain itu, perhatian khusus juga harus diberikan untuk mempermudah akses pendidikan di daerah-daerah terpencil seperti di Kecamatan Kelimury,” tutur Rumbouw.

Rumbouw pun mengingatkan, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa memberikan pesan konstitusional kepada Negara, dalam hal ini Presiden RI agar dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi pendidikan di wilayah timur Indonesia, termasuk Maluku. “Tentunya sebagai pemegang otoritas tertinggi di negeri ini, Presiden RI memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak Indonesia memiliki akses pendidikan yang aman, layak, dan berkualitas. Karena pemerataan pembangunan di sektor pendidikan tidak hanya mencakup penyediaan fasilitas infrastruktur fisik saja tetapi infrastruktur lainnya seperti peningkatan kualitas tenaga pengajar dan penyediaan materi pembelajaran yang dilandasi dengan bibit, bobot dan bebet akan kebutuhan pendidikan,” harapnya.

Lebih lanjut Mahasiswa Unpatti itu menegaskan, masalah ini perlu dicermati dan menjadi pengingat bahwa Pembangunan yang Adil dan Merata di seluruh Indonesia masih memerlukan langkah nyata. Untuk itu, Pemerintah RI tidak boleh hanya fokus pada wilayah yang lebih maju, tetapi juga harus memastikan bahwa Daerah Terpencil di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku tidak terjadi ketertinggalan infrastruktur pendidikan apalagi di daerah-daerah terpencil seperti Kecamatan Kelimury adalah Negeri Ita Wotu Nusa. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat membangun sarana dan prasarana infrastruktur agar dapat menciptakan kesempatan yang terbuka bagi generasi muda dalam berkarya untuk masa depannya dan dapat mendorong kemajuan di bidang ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Untuk itu, masih kata Rumbouw, diharapkan dukungan penuh kepada Anggota DPRD Maluku dan DPR RI dari Dapil Maluku mesti memiliki keseriusan untuk memperjuangkan Anggaran infrastruktur Pendidikan, karena Komitmen DPRD dan DPR RI dari Dapil Maluku akan selalu ditagih oleh masyarakat dan media terhadap janji politiknya, maka janganlah menjadi Wakil Rakyat yang pengecut, yang hanya hadir buat masyarakat di saat moment politik. Maka dari itu sangatlah diharapkan DPRD itu mampu membentuk Pansus untuk menginvestigasi dan memberikan rekomendasi terkait kesenjangan infrastruktur pendidikan di Maluku dan DPRD itu dapat mendesak Pemerintah Pusat untuk memberikan perhatian lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur di wilayah Maluku seperti Kelimury,” tegas Mahasiswa Unpatti.

Lebih jauh Rumbouw menambahkan, semoga Pemerintahan Terpilih di tahun 2025-2030, baik di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Pusat dapat membawa perubahan yang nyata bagi pendidikan di Maluku dan mampu bekerjasama, solid dan komitmen untuk memajukan wilayah timur Indonesia serta diharapkan tidak ada lagi anak-anak Maluku yang mempertaruhkan nyawa demi pendidikan. “Semua anak Indonesia berhak meraih mimpi dan masa depan tanpa dibatasi oleh tantangan infrastruktur dan aksebilitas,” tegas Amidan Rumbouw Aktivis Muda Maluku yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Pattimura, seraya mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Internasional. (*)

Liputan: Erwin Banea

Editor : Rusly, S.Mn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *