“Bunda Paud, akan Menjadi Salah satu Pelopor dalam melihat Perkembangan Anak – Anak di Sekolah Paud”
SPIONNEWS.ID, BATAUGA – Belum lama ini Ibu Bupati Buton Selatan, Hj. Siti Norma Adios dilantik menjadi Bunda Paud dan Bunda Literasi, dimana Ibu PKK tersebut dalam tugas barunya, akan melakukan berbagai kegiatan terkait kepedulian terhadap anak-anak ketika menjadi Bunda Paud.

Ketika ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, La Ode Heryanto, .S.S., M.Pd, mengatakan; “Beberapa hari yang lalu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton Selatan dilantik menjadi Bunda Paud dan Bunda Literasi Kabupaten Buton Selatan oleh Bunda Paud Provinsi Sulawesi Tenggara, predikat atau gelar yang diberikan kepada Ibu Bupati Buton Selatan, Hj. Siti Norma Adios, hal ini merupakan peran utama kepemimpinannya sebagai Ketua Tim PKK, bertugas menjadi salah (satu motor penggerak, Red) pembangunan kepada para guru di sekolah Paud, dan kader-kader yang ada di Paud,” imbuhnya pada awak media ini, Kamis (31/7/2025).
Menurutnya, Ibu Bupati Buton Selatan, Hj. Siti Norma Adios merupakan Tokoh Utama dalam memotivasi pihak-pihak yang terkait dalam bidang Paud dan Literasi di wilayah Kabupaten Buton Selatan. “Iya memotivasi kepada guru-guru Paud, kader-kader Paud termasuk didalamnya, (di wilayah, Red) kecamatan ataupun desa dan semua stakeholder, untuk bisa ikut terlibat dalam perkembangan anak (yang dimulai, Red) dari Paud,” ujarnya.
Ia pun menambahkan, untuk saat ini yang akan dikembangkan adalah Paud HAI, di mana dalam Paud ini, merupakan pendidikan anak usia dini yang terintegrasi, dimana nantinya Bunda Paud, akan memberikan edukasi kepada orang tua siswa, terkait pentingnya anak disekolahkan di Paud. Hal ini merupakan salah satu kewajiban bahwa anak yang masuk dalam Sekolah Paud, dan diwajibkan untuk semua orang tua di Kabupaten Buton Selatan bila memiliki anak 3 sampai 5 tahun bisa dimasukkan di sekolah Paud.
“Saat ini sistem belajar sudah pada program 13 tahun wajib belajar, dengan demikian kita bertugas untuk menghimbau agar 10 hari, utamanya bagi ibu-ibu yang memiliki anak usia 3 sampai 6 tahun wajib dimasukkan di sekolah paud terdekat,” jelasnya.
Menurut Kadis, dulu namanya sekolah TK, tidak ada Paud, namun sekarang sekolah TK sudah terintegrasi menjadi Paud, sedangkan di sekolah tersebut biasanya ada kelompok umur, untuk usia 3 sampai 5 tahun masuk kategori Paud, tetapi untuk usia 5 sampai 6 adalah di sekolah TK, standar sekarang semua yang anak usia 3 sampai 6 tahun dikategorikan adalah Paud, namun sekolahnya tetap namanya TK.
“Untuk salah satu indikator kerja dari Bunda Paud, adalah kelas orang tua, di mana para orang tua akan diberikan pemahaman agar anaknya yang berusia 3 sampai 6 tahun harus diwajibkan masuk sekolah, di Paud, atau sekarang disebut TK, karena jika tidak masuk di sekolah Paud, nantinya akan kesulitan ketika masuk sekolah dasar,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk indikator kedua bagi Bunda Paud, adalah untuk melihat bagaimana stakeholder dapat memantau pertumbuhan anak, termasuk didalamnya tumbuh kembang anak, dimana dalam pertemuan itu akan dilihat tubuh anak dengan perbandingan setiap tahunnya apakah tahun ini berapa beratnya dan tahun depan berapa, sedangkan untuk perkembangan anak dalam kategori hal ini mengontrol kreativitas anak, skillnya, motorik, responnya, dari hal-hal yang disampaikan oleh guru di sekolah Paud.
.”Bunda Paud juga melakukan koordinasi pelayanan gizi dan kesehatan, dimana stakeholder-nya, yaitu dinas kesehatan, dimana dinas terkait akan selalu berkunjung ke sekolah Paud untuk memberikan dan melihat bagaimana pelayanan pemberian gizi dan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak di Paud,” tuturnya.
Ungkapnya, Bunda Paud juga akan memantau bagaimana anak-anak dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, PHBS, di mana anak-anak akan dipantau ketika makan harus mencuci tangan, perlakuan dan pemeriksaan kesehatan gigi mereka, termasuk cara membuang sampah di tempat mereka, dan pantauan ini tidak hanya di lingkungan sekolah, namun perkembangan anak akan dilihat di lingkungan keluarga tempat tinggal anak tersebut, apakah ada anak yang merokok atau tidak.
“Untuk indikator selanjutnya, yang keenam yaitu pemberian makanan tambahan di mana anak-anak di Paud nantinya akan diberikan makanan tambahan oleh pemerintah daerah, yang dimotori oleh Bunda Paud, untuk melihat apakah anak-anak di sekolah Paud membutuhkan dan mendapatkan makanan yang bergizi,” jelasnya.
Dan ini nantinya, masih kata Kadis, akan menjadi salah satu tangungjawab bupati yang diberikan kepada dinas terkait, agar bisa melihat bagaimana makanan tambahan yang diberikan kepada sekolah Paud, apakah berjalan dengan baik atau tidak. “Sebagaimaan kita ketahui bersama bahwa anak-anak di Paud tidak semuanya memiliki ekonomi yang baik,” ujarnya.
Lebih dekat, sambungnya, Bunda Paud juga akan bertugas untuk melihat bagaimana identitas siswa Paud yang didesain dengan nomor induk kependudukan dan ini akan berkaitan dengan dinas capil. Di mana nantinya pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buton Selatan akan turun di lapangan melihat secara langsung apakah masih ada anak-anak Paud yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK). “Saya selaku Ketua Pokja akan membantu memfasilitasi dengan pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil agar anak-anak yang tidak memiliki NIK bisa mendapatkan NIK,” jelasnya.
Menurutnya, untuk Indikator ke 8, ketersediaan sanitasi dan wc, dan ini akan dilihat di sekolah Paud, apakah fasilitas WC bagus dan apakah airnya itu air mengalir, dan hal ini tidak hanya dilihat di lingkungan sekolah, namun di lingkungan keluarga juga.
“Salah satu tugas dari Bunda Paud, melihat dari dekat dari indikator-indikator Paud HAI, yang nantinya akan dibantu oleh Pokja Paud, untuk pejabat itu akan diusahakan ada di setiap desa, akan ada Bunda Paud Kecamatan, hingga Bunda Paud Desa, dan nantinya yang menjabat menjadi Bunda Paud di Desa yaitu istri dari Kepala Desa, termasuk Istri dari Bupati, saat ini menjadi Bunda Paud Kabupaten. Dan saat ini Perempuan menjadi Pelopor dalam pembangunan termasuk dalam mengembangkan tumbuh kembang anak, karena perempuan yang lebih dekat dari pada ayah, sehingga semakin mempermudah mengontrolnya,” ungkapnya.
Lebih jauh, Kadis itu berkata, Bunda Paud kedepannya akan berkolaborasi bersama dengan pihak kecamatan, dimana pak camat akan secara bersama-sama membantu sekolah-sekolah Paud yang ada di Kabupaten Buton Selatan. (Ha).
Editor : Harry & Sdr. RAL

