Kadis PPPA, Hadirkan 8 Indikator Konsep Bunda PAUD Buton Selatan

SPIONNEWS, BATAUGA – Belum lama ini Ibu Bupati Buton Selatan, Hj. Siti Norma Adios dilantik menjadi Bunda PAUD dan Bunda Literasi, di mana Ibu Ketua TP. PKK tersebut dalam tugas barunya, akan melakukan berbagai kegiatan terkait pemenuhan hak-hak dasar anak seperti hak memperoleh pendidikan, kesehatan, mendapatkan perlindungan hukum dan KIA.

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Buton Selatan, La Ode Heryanto,.S.S., M.Pd.

Ketika ditemui diruang kerjanya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak La Ode Heryanto, .S.S., M.Pd, mengatakan “Beberapa hari yang lalu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton Selatan, dilantik menjadi Bunda PAUD Kabupaten Buton Selatan oleh Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Tenggara, jabatan baru yang diberikan Kepada Ibu Bupati Buton Selatan, merupakan jabatan tambahan selain sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Ketua Pembina Posyandu dan Bunda Literasi. jabatan-jabatan yang diemban tersebut adalah tugas 31/7/2025.

“Ia memotivasi kepada guru-guru PAUD, kader-kader PAUD termasuk di dalamnya, kecamatan ataupun desa dan semua stakeholder, untuk bisa ikut lihat perkembangan dari paud” Ujarnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini yang akan dikembangkan adalah PAUD HAI, dimana dalam PAUD HAI ini merupakan, pendidikan anak usia dini, yang terindikatif, serta akan mengedukasi kepada orang tua siswa, terkait dengan kewajiban anaknya disekolahkan di PAUD, bahwa anak yang masuk dalam Sekolah PAUD, merupakan anak usia 3 sampai 5 tahun.

“Saat ini sistim belajar sudah pada program 13 tahun wajib belajar, dengan demikian gunakan untuk menghimbau para ibu-ibu yang memiliki anak usia 3 sampai 6 tahun wajib dimasukkan di Sekolah PAUD terdekat” jelasnya.

Menurut Kadis, dulu namanya sekolah TK, tidak ada PAUD, namun sekarang Sekolah TK sudah terintegrasi menjadi PAUD, sedangkan di sekolah tersebut biasanya ada kelompok umur, untuk usia 3 sampai 5 tahun masuk kategori PAUD, tetapi untuk usia 5 sampai 6 masuk kategori TK, dan sekarang semua yang anak usia 3 sampai 6 tahun dikategorikan adalah PAUD, namun Nama sekolahnya tetap namanya TK.

“Untuk indikator pertama kerja dari Bunda PAUD, adalah kelas orang tua, di mana para orang tua akan diberikan pemahaman agar anaknya yang yang berusia 3 sampai 6 tahun wajib di sekolahkan di sekolah TK atau PAUD Karena kita tidak masuk di Sekolah Paud akan nantinya kesulitan ketika masuk sekolah dasar” Ujarnya.

Ia menjelaskan, Untuk indikator kedua Bunda PAUD, untuk melihat bagaimana stakeholder memantau pertumbuhan anak, termasuk didalamnya tumbuh kembang anak, dimana dalam pertemuan itu akan dilihat tubuh anak dengan perbandingan setiap tahunnya apakah tahun ini berapa beratnya dan tahun depan berapa, selamat untuk perkembangan anak dalam kategori hal ini mengontrol kreativitas anak skillnya motorik, responnya, dari hal-hal yang disampaikan oleh guru di Sekolah PAUD.

“Bunda PAUD juga, melakukan koordinasi pelayanan gizi dan kesehatan, di mana stakeholder nya, yaitu Dinas Kesehatan, di mana dinas terkait akan selalu berkunjung ke Sekolah PAUD untuk memberikan dan melihat bagaimana pelayanan pemberian gizi dan pemeriksaan kesehatan pada anak-anak di PAUD” tuturnya.

Ungkapnya, Bunda PAUD, juga akan memantau bagaimana anak-anak dalam penerapan perilaku Hidup Bersih dan Sehat, PHBS, di mana anak-anak akan dipantau ketika makan harus mencuci tangan, perlakuan dan pemeriksaan kesehatan di gigi, termasuk cara membuang sampah di tempatmu, dan pantauan ini tidak hanya di lingkungan sekolah , namun perkembangan anak akan dilihat di lingkungan keluarga tempat tinggal anak tersebut, apakah ada yang merokok atau tidak dan lain sebagainya.

“Untuk indikator selanjutnya yang keenam yaitu pemberian makanan tambahan di mana anak-anak di PAUD nantinya akan diberikan makanan tambahan oleh pemerintah daerah, yang di motori oleh Bunda PAUD, untuk melihat apakah anak-anak di sekolah PAUD membutuhkan dan mendapatkan makanan yang bergizi” jelasnya.

“Dan ini nantinya menjadi salah satu tangung jawab Bupati yang diberikan kepada dinas terkait, akar bisa melihat bagaimana makanan tambahan yang diberikan kepada sekolah PAUD apakah berjalan dengan baik atau tidak, dimana diketahui bersama bahwa anak-anak di paud tidak semuanya memiliki ekonomi yang baik” ujarnya.

Lebih dekat Bunda PAUD, juga akan bertugas untuk melihat bagaimana identitas siswa PAUD desain dengan NIP dan ini akan berkaitan dengan Dinas Capil. Di mana nantinya pihak dinas catatan sipil akan turun di lapangan melihat secara langsung apakah masih ada anak-anak paud yang tidak memiliki nomor induk kependudukan, saya selaku Pokja, Saya akan membantu memfasilitasi dengan pihak Dinas Catatan Sipil agar anak-anak yang tidak memiliki menit bisa mendapatkan NIK” jelasnya.

Menurutnya, untuk Indikator ke 8, ketersediaan sanitasi dan WC, dan ini akan dilihat di sekolah PAUD apakah fasilitas WC bagus, dan apakah airnya itu air mengalir, dan hal ini tidak hanya dilihat di sekolah, namun anak akan dilihat di lingkungan keluarganya.

“Salah satu tugas dari Bunda PAUD, melihat dari dekat dari indikator – indikator PAUD HAI, yang nantinya akan dibantu oleh Pokja PAUD, untuk pejabat ini akan diusahakan ada di setiap desa, akan ada Bunda PAUD Kecamatan, hingga Bunda PAUD Desa, dan nantinya yang menjabat menjadi Bunda PAUD di Desa yaitu istri dari Kepala Desa, seperti Istri dari Bupati, saat ini menjadi Bunda PAUD Kabupaten” imbuhnya.

“Dan saat ini Perempuan menjadi Pelopor dalam pembangunan termasuk dalam mengembangkan anak, karena perempuan yang lebih dekat kepada anak dari pada ayah. sehingga semakin mempermudah mengontrolnya,” ungkapnya.

Kata Kadis, Bunda PAUD ke depannya menjadi kolaborasi bersama pihak kecamatan, dimana pak camat akan secara bersama-sama membantu sekolah-sekolah PAUD yang ada di Kabupaten Buton Selatan. (Ha).

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *