Dinas Kesehatan Siap Kolaborasi Dengan TP PKK Buton Selatan, Turunkan Angka Stunting

SPIONNEWS, BATAUGA – Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan bertekad dalam penanganan stunting di wilayah Kabupaten Buton Selatan, hal ini terungkap dari beberapa kegiatan yang dilakukan oleh ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, bersama dengan Ketua TP PKK Kabupaten Buton Selatan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait tata cara penanganan stunting beberapa hari lalu.

Kolaborasi bersama Dinas Kesehatan dan ketua PP PKK Kabupaten Buton Selatan merupakan komitmen serius dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang penanganan dan penurunan angka stunting.

Ketika ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan La Ode Rusli, S.KM, M.Si mengatakan “Yang menjadi target dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan, evaluasi angka stunting harus mencapai 14% di setiap daerah, termasuk Kabupaten Buton Selatan, kami baru 23,7%, menurut SSGI namun menurut IDGDM kita di angka 22,3% pencatatan MNMA my name my Address, untuk kegiatan kegiatan PKK kemarin itu merupakan salah satu upaya-upaya, dalam hal ini Dinas Kesehatan dalam mencegah terjadinya stunting tidak bisa berdiri sendiri harus berkolaborasi dengan PKK Kabupaten Buton Selatan” tuturnya, Jum’at , 8/8/2025.

Ia menambahkan, baik itu dengan OPD lain ataupun dengan dunia usaha ataupun dengan PKK itu sendiri, kami dari Dinas Kesehatan sangat antusias sekali, dalam bantuan bantuan dari ibu Gubernur Sulawesi Tenggara, dalam hal ini bagaimana bantuan tersebut bisa sampai ke masyarakat.

“Kemarin beliau membelikan bantuan berupa susu, tujuannya bagaimana meningkatkan pertumbuhan baik itu anak balita maupun ibu hamil program itu juga menjadi sasaran kami dan menjadi tujuan kami ke depan, saat ini kami sudah menganggarkan itu dalam bagaimana mengintervensi stunting melalui dana BOK, dan melalui program pemberian makanan tambahan, baik anak balita maupun ibu hamil” imbuhnya.

Kata Rusli, Di sini juga kami juga memberikan selain BMT lokal, kami juga berikan BMT dari bahan makanan non lokal salah satunya pemberian susu, susu itu mengandung gizi untuk pertumbuhan anak itu sendiri, di samping itu program-program yang diberikan oleh pak gubernur dalam hal ini PKK, tentu kita harus berkolaborasi bagaimana sehingga evaluasi stunting itu, bisa stabil dan bisa menurun khususnya kita di Kabupaten Buton Selatan.

“Jadi kami ada pendampingan, jadi bantuan itu tidak hanya diberikan itu saja, tetapi melalui petugas gizi dan dokter spesialis anak, juga akan ikut memonitor penerima bantuan tersebut, terutama bagi keluarga yang beresiko stunting” ungkapnya.

Lebih jauh, jadi akan didampingi baik itu Puskesmas, maupun dokter spesialis untuk memantau mereka, selama 30 hari pemberian makanan tambahan, atau 90 hari makanan insentif.

“Kalau susu diberikan setiap hari bersama dengan makanannya, untuk bayi beritanya hanya yang beresiko stunting saja, termasuk dengan ibu hamil yang kekurangan MBG kronik”jelasnya.

Dinas Kesehatan berharap di 5 tahun ke depan, selama periode H. Muhammad Adios dan La Ode Risawal, pendapat menurunkan angka stunting setiap tahunnya, sampai standar Kementrian Kesehatan Pusat, 14%. (Ha).

Editor: Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *