SPIONNEWS, BATAUGA – Rumah Sakit Daerah Kabupaten Buton Selatan beberapa hari ini telah melakukan review terkait dengan peralatan medis yang ada di rumah sakit Buton Selatan hal ini dilakukan oleh tim Kementerian Kesehatan wilayah Indonesia Timur.
Ketika dikonfirmasi Direktur RSUD Buton Selatan Dr. La Ode Achmad Aan mengatakan “Kalau dari tim yang ada ini, terbagi dua tim, yang pertama sudah melaksanakan kalibrasi alat kesehatan, X-ray/Rontgen dan non X-ray, untuk klabrasi di rumah sakit Daerah Kabupaten Buton Selatan tahun ini yang di klabrasi alat kesehatannya sebanyak 141 alat, terbagi dari alat kesehatan x-ray dan non x-ray, pemeriksaan alat ini dibagi dua tim, untuk tim pertama pada tanggal 4 sampai tanggal 11 Agustus, yang dilaksanakan oleh tim pertama untuk alat non x-ray” ungkapnya.
Kata dokter Aan, untuk alat non x-ray, sudah dilakukan oleh tim pertama berjumlah 3 orang, dim dan di tim kedua ini, ada dua orang untuk alat x-ray, ada 5 alat yang berhubungan dengan alat besar, yang ada di ruang radiologi, yang harus dikalibrasi alat medisnya minimal setiap tahun sekali.
“Ke depannya kita akan lagi menambah usulan supaya, seluruh alat kesehatan harus selesai dikalibrasi setiap tahunnya, karena itu amanah undang-undang bahwa alat kesehatan itu harus dikalibrasi minimal 1 tahun sekali, hal ini untuk memastikan bahwa alat kesehatan itu bisa dipakai oleh sumber daya manusia kesehatan, difasilitasi kesehatan dengan tepat dan sesuai porsinya”tegasnya, Selasa, 26/8/2025.
Alat yang dikalibrasi itu semua sektor, baik dari unit bedah maupun non bedah, kata dokter Aan lanjutnya, di rumah sakit ini ada instalasi bedah, hal itu untuk spesialis umum, sedangkan untuk spesialis bedah mulut ada dokter gigi.
“Sedangkan untuk spesialis umum atau bedah umum ada seperti dokter anak, penyakit dalam, kalau pelayanan bedah seperti operasi dan sebagainya, dan untuk alat-alat kesehatan harus di Klabrasi, dan kalau alat belum terkabrasi, berarti ketepatan dan kegunaannya bisa dipastikan tidak tepat, tapi jika setelah dikalibrasi dan diberikan label, berarti sudah layak benda tersebut digunakan, sehingga dokter bisa diagnosa penyakit pasien dengan tepat” imbuhnya.
Ungkap Direktur, Dengan ada layanan baru, bedah mulut maka alat ini sudah bisa diakses dan difungsikan oleh masyarakat yang memiliki masalah mulut dan Gigi, dengan menggunakan BPJS Kesehatan, dan untuk semua alat yang ada di rumah sakit sudah bisa digunakan semua dan pasien bisa menggunakan BPJS kesehatannya.
“Untuk pasien umum tanpa menggunakan BPJS Kesehatan, bisa juga mendapatkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan alat tersebut, jadi semuanya ini alat pemeriksaan baik itu pemeriksaan laboratorium pemeriksaan kesehatan fisik atau pemeriksaan kesehatan radiologi sudah ada perdanya, jadi retribusinya tidak asal ditarik begitu saja dari masyarakat” jelasnya.
Tutur dokter Aan, untuk pasien umum itu dibagi dengan tiga kategori yaitu penyakit ringan penyakit sedang dan penyakit berat. Dan untuk semua pasien BPJS Kesehatan bisa dilayani baik yang kategori emergency maupun rujukan dari Puskesmas terdekat.
Saat dikonfirmasi para petugas pemeriksaan alat medis di ruang radiologi RSUD Kabupaten Buton Selatan salah satu Tim BPAFK (Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan). Muh. Aswat, mengatakan “Kami kalibrasi itu ada 5 alat, kebetulan kami dua orang Tim Berasal dari BPAFK (Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan Makassar di bawah Dirjen Yankes Kementrian Kesehatan, kemudian kami melakukan tugas di sini selama 4 hari, tiba kemarin sore, dan mulai bekerja hari ini dan besok, hari ini kami berencana menyelesaikan 3 alat” ujarnya.
“Yang pertama alat Radiografi umum, Dental X-ray, dan Dental Panoramic X – ray, alat ini untuk pemeriksaan diagnosis pasien, untuk radiografi umum digunakan untuk penyakit dalam diagnosa secara keseluruhan, seperti patah tulang, atau ada kelainan yang terdapat dalam tubuh pasien, dari ujung kepala sampai ujung kaki” Hanturnya.
Tutur Aswad, Untuk yang dua ini masuk dalam kategori radiologi pemeriksaan gigi, untuk mendiagnosa kelainan gigi atau mulut, yang ada pada pasien, dan membantu dokter dalam mendiagnosa penyakit pasien tersebut.
“Untuk besok yang kami klabrasi alat radiografi umum mobile, dan alat digital Radiografi (DR), alat ini digunakan dokter untuk melihat hasil x-ray di monitor, sehingga dokter bisa mengindikasi penyakit pasien melalui monitor, khusus untuk penyakit dalam” Ujarnya.
Kata Muh. Aswad, Alat ini ketika berfungsi dengan baik sangat bermanfaat bagi masyarakat, di mana alat-alat ini sebagai penunjang mendiagnosis penyakit pasien, tanpa x-ray, mungkin tidak mampu mendiagnosa secara akurat penyakit’/kelainan – kelainan yang berada dalam tubuh pasien.
“Untuk pasien yang dirujuk ke Makassar biasanya pasien yang mengalami penyakit, yang dirujuk di RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo, untuk penyakit jantung dan tumor, RSUP. Dr. Tajuddin Chalid, untuk penyakit dalam, dan terbaru sekarang rumah RSUP CPI Makassar” Imbuhnya. (Ha)
Editor: Harry

