Pergantian Kepala Kejaksaan Negeri Ambon Diduga Jadi Strategi Hilangkan Kasus TPPU PT. DOK Wayame

SPIONNEWS.ID, MALUKU – Rencana pergantian Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambon diduga kuat menjadi bagian dari skema untuk mengaburkan penanganan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam tubuh BUMD PT. DOK Wayame. Dugaan ini mengemuka setelah kasus tersebut lama mandek di Kejari Ambon tanpa kejelasan tindak lanjut.

Sejumlah elemen masyarakat sipil Menilai, rotasi pejabat di tubuh kejaksaan seharusnya murni untuk kepentingan penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja. Namun dalam konteks kasus PT. DOK Wayame, langkah itu dicurigai sebagai upaya sistematis untuk menghapus jejak penyidikan, sekaligus mengamankan aktor-aktor yang terlibat.

“Kasus TPPU PT. DOK Wayame ini sudah terlalu lama dibiarkan. Pergantian Kajari Ambon jangan dijadikan jalan untuk memutihkan perkara besar yang merugikan daerah,” tegas salah satu aktivis RUMMI (Rumah Muda Antikorupsi) Fadel Rumakat kepada media ini, Rabu (27/08/2025).

Baca Juga : Demonstrasi 25 Agustus Alarm Keras Untuk Penguasa

Menurut RUMMI, kasus ini telah menyeret sejumlah nama pejabat penting di Maluku serta pengelola BUMD. Namun, hingga kini tidak ada perkembangan berarti dari Kejari Ambon. Publik pun menaruh curiga, terlebih dengan adanya wacana pergantian pucuk pimpinan di Kejari.

RUMMI mendesak Kejaksaan Agung RI segera turun tangan melakukan supervisi sekaligus mengambil alih kasus PT DOK Wayame dari Kejari Ambon.

“Jangan biarkan institusi penegak hukum kehilangan marwahnya karena permainan elite lokal,” cetusnya

Lebih lanjut Rumakat menegaskan, Kasus dugaan TPPU di PT.DOK Wayame mencuat setelah adanya indikasi aliran dana miliaran rupiah yang tidak jelas pertanggungjawabannya, termasuk dugaan penggunaan rekening pribadi sejumlah pejabat untuk menampung dana perusahaan.

“Praktik ini diduga bagian dari skema pencucian uang yang melibatkan oknum pejabat BUMD dan pihak lain yang memiliki kedekatan dengan penguasa daerah,” ungkapnya

Lebih jauh RUMMI menambahkan, Publik Maluku kini menunggu sikap tegas Kejaksaan Agung untuk memastikan proses hukum berjalan transparan. Jika tidak, kecurigaan bahwa pergantian Kajari Ambon hanyalah strategi penghilangan kasus akan semakin menguat.(**)

Editor : SpionNews.id Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *