“Perihatin Penghafal Qur’an Rendah, Pemkab Buton Selatan Bangun Pondok Tahfidz”
SPIONNEWS.ID, BATAUGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan mulai melakukan peletakan batu pertama proses pembangunan Pondok Tahfidz guna mendorong proses pencetakan Generasi Qur’an di wilayah Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ketua Yayasan Sahabat Rakyat Madani Berkah sekaligus Pendiri Pondok Tahfiz As – Siraj, Siti Nursiah Larusam mengungkapkan, landasan utama dirinya mendirikan ponpes tersebut sebab jumlah penghafal Al-Quran misalnya di salah satu sekolah di Buton Selatan baru mencapai sekitar 30 persen. Ditambah dengan jumlah angka kemiskinan yang belum diberantas secara keseluruhan, sehingga pembangunan pendidikan keagamaan perlu ditingkatkan.
”Kami mendapatkan informasi bahwa ada salah satu sekolah di Buton Selatan yang bisa ngaji hanya 30 persen,” bebernya saat ditemui awak media, Rabu (17/9/2025).
Ia pun menuturkan, sejauh ini terdapat beberapa calon santri yang sudah mendaftarkan diri untuk menjadi generasi pencetak penghafal Al-Quran di Buton Selatan. Sebelumnya, Nursiah mengatakan lahan bakal dibangunnya ponpes tersebut berada pada area sekitar perkebunan milik warga setempat, namun dengan pertimbangan jarak tempuh dipindahkan ke lokasi yang dekat dengan pemukiman warga.
”Lahan tanah dengan luas 1050 meter persegi merupakan sebidang tanah wakaf yang akan dibangun gedung tempat para santri belajar menghafal Al-Qur’an yang berjarak sekitar 200 meter dari ruas jalan umum, sehingga memungkinkan mudah untuk diakses,” ujarnya.

Untuk itu, ia pun berharap, dengan adanya Ponpes Hafiz pertama di Buton Selatan dapat menjadi tujuan para generasi muda dalam memperdalam ilmu agama utamanya menjadi penghafal Qur’an.
Bukan hanya itu, pihaknya juga menargetkan akan menyasar wilayah Kecamatan Kepulauan untuk pemerataan pembangunan Ponpes Hafiz Qur’an di Buton Selatan.
Sementara itu, Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios menegaskan pentingnya kehadiran Pondok Tahfidz sebagai pusat lahirnya Generasi Muda Qur’ani yang mampu menjadi kompas kehidupan masyarakat di tengah arus modernisasi.
”Disini akan lahir generasi penghafal Al – Qur’an, cukup kita tangkal dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih,” imbuhnya.(Harry)
Editor : Rusly, S.Mn.

