Sosok Ahmad Quadri Amahoru: Menjadi Putra Daerah Lewat Jalan Pengabdian

SPIONNEWS.ID, MALUKU – Bagi sebagian orang, menjadi putra daerah berarti lahir dan besar di tanah kelahiran. Namun bagi Ahmad Quadri Amahoru, putra daerah bukan sekadar soal asal-usul, melainkan tentang cinta, kesetiaan, dan pengabdian.

Sejak awal 2000-an, Amahoru sudah menapakkan kakinya di Seram Bagian Timur (SBT), bahkan jauh sebelum kabupaten ini resmi berdiri. Ia memulai tugasnya sebagai Camat di Bula, Seram Timur, lalu berpindah ke Werinama dan Seram Timur. Dari desa ke desa, dari pelosok ke pelosok, ia mengenal wajah masyarakat SBT bukan hanya lewat laporan birokrasi, tetapi melalui tatap muka langsung, obrolan sederhana, dan kerja bersama.

“Beliau itu hidup bersama rakyat. Tidak ada jarak, tidak ada sekat. Itulah mengapa masyarakat menganggap beliau bagian dari anak negeri ini,” tutur seorang warga Werinama yang pernah dipimpinnya.

Baca Juga :

Meniti Jalan Panjang Birokrasi

Perjalanan Amahoru tak berhenti di kecamatan. Kariernya menanjak, hingga ia dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis. Salah satunya adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Maluku. Di posisi itu, ia memperjuangkan penguatan kapasitas desa, memastikan dana desa digunakan tepat sasaran, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.

Bagi Amahoru, birokrasi bukan sekadar jabatan, melainkan jalan pengabdian. “Menjadi birokrat itu soal tanggung jawab. Apa yang kita putuskan berdampak langsung pada kehidupan orang banyak,” ungkapnya.

Putra Daerah Lewat Pengabdian

Kini, setelah lebih dari 18 tahun mengabdi, publik menilai Amahoru sudah layak disebut putra daerah. Ia mungkin tidak lahir di tanah SBT, tetapi kecintaannya pada daerah ini terpatri dalam setiap langkah pengabdiannya.

“Putra daerah bukan hanya soal tempat lahir. Putra daerah adalah mereka yang mencintai tanah ini, membangun bersama rakyat, dan memberikan tenaga serta pikirannya untuk masa depan. Dari sisi itu, Amahoru adalah putra daerah SBT,” ujar seorang akademisi di Ambon.

Harapan Baru untuk SBT

Dengan amanah baru sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten SBT, masyarakat menaruh harapan besar. Figur yang dikenal disiplin, tegas, dan berintegritas itu dipercaya mampu menata birokrasi agar lebih profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Lebih dari sekadar jabatan, perjalanan panjang Ahmad Quadri Amahoru adalah bukti bahwa cinta dan pengabdian dapat melahirkan ikatan yang lebih kuat daripada sekadar garis keturunan. Baginya, SBT bukan lagi sekadar tempat bertugas, melainkan tanah pengabdian, rumah kedua, dan identitas yang telah ia perjuangkan dengan sepenuh hati. (EB)

Editor : Redaktur SpionNews.id Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *