Bahan MBG Buton Selatan, Terseleksi Ketat, dan Aman Bagi Siswa

SPIONNEWS, Batauga – Program nasional berkaitan dengan asupan gizi kepada para siswa yang telah dirancang oleh presiden Prabowo Subianto telah dilaksanakan di jalankan di wilayah kabupaten Buton Selatan khususnya di wilayah kecamatan Batauga.

Dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis sejauh ini tergolong sangat aman belum ada keluhan dari siswa ataupun orang tua termasuk sekolah yang mendapat menerima manfaat makan Gizi gratis tersebut. Dapur SPPG MBG Batauga sangat disiplin dalam pengelolaan bahan termasuk pemilihan bahan baku yang akan diberikan kepada penerima manfaat termasuk guru PPPK dan guru magang.

Ketika Dikonfirmasi Ketua SPPG MBG Batauga Ical Mengungkapkan, semua yang dikelola dalam dapur makanan bergizi gratis untuk wilayah kecamatan batauga khususnya di beberapa sekolah ini dari launching pertama dan telah berjalan memasuki bulan kedua Alhamdulillah tidak ada keluhan dari para siswa ataupun guru termasuk sekolah penerima manfaat.

“Kami biasa mendapatkan pesan dari siswa yang dikembalikan terkait menu yang akan disajikan, beberapa waktu lalu ada para siswa mengirim surat untuk buah yang dimasukkan pengganti semangka adalah melon” ujarnya, Rabu, 1 Oktober 2025, di Ruang Kerjanya.

Lanjutnya, dan kami juga memenuhi permintaan siswa tersebut, Namun ternyata banyak siswa yang tidak menyukai buah melon, maka kami kembali menggunakan buah semangka sebagai penambah gizi dalam menu masakan yang telah kami sajikan.

“Untuk buah-buahannya sendiri saat ini kami masih pada seleksi antara buah semangka, melon, kita juga akan menambahkan anggur Namun karena bahan dan stok terbatas telah diambil oleh wilayah Kota Baubau Jadi kami hanya menyediakan buah semangka dulu” Tuturnya.

Ia menambahkan, untuk menu ayam biasanya kami adakan setiap dua kali dalam seminggu dan ikan kami sediakan tiga kali dalam seminggu, untuk anak SD dan anak TK kami sajikan menu ayam dan telur, dan juga susu sebagai pelengkap gizi mereka beda dengan siswa SMP dan SMA.

“Air yang kami gunakan kebanyakan menggunakan air galon yang sudah steril dari berbagai bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan dalam menggunakan dan mencuci bahan pangan yang akan dimasak oleh para koki”jelasnya.

Ungkap Ical, pemilahan bahan makanannya kita selektif, bahkan untuk ikan dan ayam, sebelum masuk ke gudang di periksa satu persatu, bila ada yang tidak sesuai atau kurang bagus, kita kembalikan kepada pihak penyuplai.

“Untuk Sayuran yang masuk masih dari kota Baubau, untuk di Batauga sendiri belum bisa memenuhi kebutuhan kami, jadi kami juga berharap masyarakat bisa lebih aktif dalam menambah bibit sayuran untuk dikembangkan sehingga kami bisa mengambil dari masyarakat juga” harapannya.

Lanjutnya, Masyarakat tidak perlu khawatir, karena apa yang di sajikan sudah ada pengawasan khusus, sejauh ini laporan dari sekolah yang telah menerima MBG siswa makin rajin ke sekolah.

Hal Senada Diungkapkan oleh Pegawai Badan Gizi, Astin mengatakan “kami sangat ketat dalam menentukan bahan olahan dan takaran dalam setiap menunya yang akan diberikan oleh siswa dan penerima manfaat” tegasnya.

“Untuk para pegawai yang masak harus mulai beroperasi pada jam 2 subuh, karena untuk menu makanan bergizi bagi siswa TK dan Siswa SD kelas 1 sampai 3, bahkan mereka biasanya pulang sudah jam 11 malam” tuturnya.

Kata Astin, menu yang kami sajikan berbeda setiap harinya, kadang bilang bahan yang kita sudah atur tidak ada, harus cepat kami ubah, yang terpenting kandungan di dalamnya bisa terpenuhi.

“Sejauh ini, Alhamdulillah belum ada keluhan dari siswa atau sekolah yang menjadi penerima manfaat MBG ini, dan kami selalu menjaga agar semua bahan dalam keadaan baik. Dan kayak untuk di konsumsi” tuturnya.

Sesuai arahan Bupati Buton Selatan, MBG Buton Selatan Harus lebih bersih dan aman bagi masyarakat, dan terjaga dengan baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

(Ha).

Editor: Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *