LP2M Minta Kepsek SMK Negeri 2 Ambon Dicopot, Diduga Manipulasi Dana BOS


SPIONNEWS.ID, MALUKU – Direktur Lembaga Pemerhati Pendidikan Maluku, Muhammad Wokas (LP2M) angkat suara terkait dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK Negeri 2 Ambon. Organisasi ini mendesak Inspektorat dan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku segera melakukan audit menyeluruh terhadap kepala sekolah, Salem Nurdin.
Desakan ini muncul setelah pengakuan Salem dalam rapat bersama orang tua siswa kelas XII pada 21 Mei 2025 lalu, yang menyebut sekolah mengalami defisit anggaran hingga Rp300 juta. Padahal, setiap tahun sekolah tersebut menerima Dana BOS sebesar Rp 964.600.000 untuk 530 siswa.
“Pernyataan kepala sekolah membingungkan, karena hampir seluruh kebutuhan belajar justru dibebankan ke siswa,” ujar Wokas, kepada awak media, Sabtu (03/10/2025)


LP2M menilai kondisi fasilitas di sekolah tersebut memprihatinkan. Siswa harus merogoh kocek sendiri untuk membeli kipas angin karena ruang kelas panas, sementara kertas dan spidol kerap tidak tersedia.
Pungutan masuk siswa baru juga disorot, dengan biaya Rp2,5 juta ditambah iuran komite Rp90 ribu per bulan. Namun, meski pungutan tinggi, sarana penunjang tetap minim.
Kekurangan komputer menjadi masalah besar saat Uji Kompetensi Keahlian (UKK), sehingga siswa terpaksa meminjam antarjurusan. Internet pun terbatas hanya di ruang kepala sekolah dan beberapa ruangan tertentu, sedangkan siswa kesulitan ketika ujian berbasis online.


Padahal, sesuai aturan, Dana BOS bisa dipakai untuk pengadaan komputer, buku, kegiatan ekstrakurikuler, perawatan sarana, hingga internet. Dengan anggaran hampir Rp1 miliar per tahun, seharusnya fasilitas pembelajaran bisa terjamin.
“Fakta di lapangan justru sebaliknya. Siswa kesulitan, sementara kepala sekolah diduga menikmati keuntungan pribadi, dari renovasi rumah hingga pembelian kendaraan baru,” tegas Wokas


Karena itu, LP2M mendesak Gubernur Maluku melalui Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mencopot Salem Nurdin dari jabatannya. Mereka menilai Salem gagal mengelola SMK Negeri 2 Ambon dan berpotensi menghambat kemajuan pendidikan di Maluku.
“Ini bukti kegagalan transparansi dan manajemen. Jika dibiarkan, dunia pendidikan kita akan terus terpuruk,” pungkas Wokas

Editor : Redaktur SpionNews.id Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *