“Belanja Pegawai Buton Selatan Seret, Rp98,7 Miliar Berpotensi Jadi SILPA”
SPIONNEWS, BATAUGA –SiLPA adalah singkatan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran, yaitu selisih lebih antara realisasi penerimaan dan pengeluaran dalam satu periode anggaran. Ini merupakan sisa dana pemerintah daerah atau pusat yang belum terpakai pada akhir tahun anggaran, yang kemudian dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pada tahun anggaran berikutnya.Berdasarkan data yang diperoleh media ini, realisasi belanja pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan hingga September 2025 tercatat baru mencapai Rp153,15 miliar atau 50,55 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp302,92 miliar.
Capaian ini masih jauh di bawah proporsi waktu tahun berjalan yang telah memasuki 75 persen.
Lambannya penyerapan menyebabkan potensi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) mencapai sekitar Rp98,7 miliar apabila tren realisasi tidak meningkat hingga akhir tahun. Proyeksi menunjukkan, hingga Desember nanti penyerapan hanya akan mencapai Rp204,20 miliar atau sekitar 67,4 persen dari pagu.
Belanja pegawai merupakan komponen utama APBD, meliputi gaji, tunjangan, tambahan penghasilan pegawai (TPP), serta honorarium. Rendahnya realisasi ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada kesejahteraan aparatur dan stabilitas pelayanan publik di daerah.
Atas data ini, Pemkab Buton Selatan perlu mempercepat proses pencairan TPP dan honorarium yang belum terselesaikan, memperkuat koordinasi antara Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta melakukan evaluasi terhadap perangkat daerah dengan serapan anggaran terendah.
Langkah percepatan ini diharapkan mampu menekan potensi SILPA dan memastikan pelaksanaan APBD 2025 berjalan lebih efektif demi peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. (*)
Editor: Harry

