SPIONNEWS.ID, MALUKU – Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur nasional, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku di bawah pimpinan Dr. Yana Astuti, ST., MT., konsisten menunjukkan kinerja nyata. Berbeda dengan sekadar wacana, BPJN Maluku fokus pada aksi di lapangan untuk menyelesaikan berbagai proyek infrastruktur jalan dan jembatan, sebagai wujud komitmen mendukung Pemerintah Provinsi dan sebelas Kabupaten/Kota di Maluku.
Dua proyek strategis yang menjadi perhatian utama saat ini berada di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Kedua proyek ini merupakan bagian dari program besar pembangunan infrastruktur jalan nasional yang danainya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dengan target penyelesaian secara keseluruhan pada tahun 2027.Kedua ruas jalan tersebut adalah:
- Pembangunan Ruas Kota Baru–Air Nanang
- Pembangunan Ruas Bula–Masiwang–Air Nanang, yang di dalamnya termasuk penggantian Jembatan Wai-Dawang dan jembatan lainnya.
Untuk memastikan kemajuan dan kualitas pekerjaan, Kepala BPJN Maluku, Dr. Yana Astuti, beserta rombongan yang terdiri dari para pejabat teknis seperti Kepala Seksi Preservasi dan Plt. Kepala Seksi PJJ, turun langsung ke lokasi untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev).
Baca Juga :
- Koalisi Pemuda Bangun Indonesia Timur Apresiasi Respons Cepat BPJN Maluku Tangani Longsor di Jalur Nasional
- Pembangunan 17 Jembatan di Ruas Bula-Masiwang-Airnanang Resmi Dimulai, PPK 2.6 Pastikan Pekerjaan Berjalan Lancar
Kepala BPJN Maluku Dr Yana Astuti menekankan pentingnya pendanaan SBSN untuk percepatan pembangunan. “Pemanfaatan pembiayaan SBSN merupakan instrumen strategis pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur prioritas, khususnya dalam meningkatkan konektivitas di wilayah Maluku, termasuk kedua ruas jalan strategis di SBT ini. Target kita, seluruh program ini dapat tuntas pada 2027,” papar doktor lulusan terbaik Fakultas Teknik UGM itu dalam keterangan ke awak media, rabu (19/11/2025).
Lebih lanjut, Astuti menegaskan bahwa pemantauan rutin adalah kunci keberhasilan proyek. “Monitoring berkala di lapangan adalah langkah krusial untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan," ujarnya
Selain itu, dengan turun langsung, kami dapat mengidentifikasi secara dini potensi kendala sehingga bisa segera dicarikan solusinya, agar tidak menghambat target penyelesaian,” jelasnya. “BPJN Maluku berkomitmen penuh untuk meningkatkan koordinasi dan pengawasan, agar pembangunan infrastruktur jalan nasional ini berjalan efektif, berkelanjutan, dan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.” Tegasnya
Dalam kunjungannya, rombongan pertama kali meninjau Ruas Kota Baru–Air Nanang, yang merupakan koridor penting penghubung kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi. Pada kesempatan ini, Astuti kembali menekankan pentingnya pengendalian mutu dan percepatan progres.
Selanjutnya, rombongan berpindah ke Ruas Bula–Masiwang–Air Nanang untuk meninjau progres penggantian Jembatan Wai-Dawang. Jembatan ini memegang peran vital sebagai penghubung antarwilayah dan jalur distribusi logistik. Dalam peninjauan ini, Kepala BPJN Maluku memastikan bahwa aspek keselamatan konstruksi, ketepatan waktu pengerjaan, dan kualitas material mendapatkan perhatian yang optimal.
Pembangunan infrastruktur di SBT ini menjadi sangat prioritas mengingat kondisi jalan dan jembatan yang ada telah rusak parah akibat usia dan keterbatasan anggaran pemda. Melihat kondisi tersebut, BPJN Maluku mengambil peran untuk membantu Pemerintah Daerah dengan mengupayakan pendanaan dari Pusat, agar satu-satunya jalur penghubung antara SBT dan Maluku Tengah ini dapat kembali aman dan nyaman bagi masyarakat.
Keberhasilan mengusulkan dan menangani Ruas Kota Baru–Air Nanang, yang awalnya merupakan jalan provinsi, menjadi bukti nyata komitmen dan kontribusi BPJN Maluku dalam membantu daerah yang terkendala anggaran untuk membangun infrastruktur jalan dan jembatan yang vital.
Editor : EB

