Ir. Hugua, Dorong Pembentukan Ekspor Ubur-ubur Dari Buton Selatan

SPIONNEWS, Baubau – Keberhasilan pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara untuk menjadikan Kota Baubau sebagai sektor utama dalam ekspor langsung ke negara tujuan menjadi salah satu aspek yang akan terjadi didorong oleh pemerintah Sulawesi Tenggara.

pertama ubur-ubur yang dilakukan oleh perusahaan PT Trika Bina Nusantara melalui Pelabuhan Murhum Kota Baubau menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk bisa meningkatkan produktivitas lokal yang bernilai ekspor sehingga bisa menunjang perekonomian masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pajak ada di wilayah Sulawesi Tenggaran. Pada kegiatan launching perdana ekspor ubur-ubur di pelabuhan murhum kota bau-bau dihadiri oleh wakil gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua, juga hadir Wakil Walikota Baubau, pemerintah Daerah Kabupaten Buton yang diwakili oleh sekda Buton, juga hadir perwakilan dari Kabupaten Buton Selatan melalui Dinas Perikanan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Buton Selatan , juga hadir berbagai lintas sektor yang ikut hadir dalam Louching perdana tersebut.

Dalam Konferensi pers Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua Mengatakan “Kehadiran saya hari ini adalah bukti, bahwa pemerintah provinsi betul-betul serius, berkinerja dengan pemerintah pusat, kegiatan yang sama juga akan dilangsungkan di Kendari sore ini oleh pak gubernur, yang akan mengekspor 47 kontainer per minggu, dengan komoditi campuran yang dikombinasikan dengan sektor tambang” Ucapnya, Rabu, 28/1/2026.

Lanjutnya. Pelabuhan Murhum ini sudah bisa menampung melebihi target dari yang dibutuhkan untuk bisa melakukan ekspor ke luar negeri, saat ini kita sedang menginjak nilai ekspornya, untuk kebijakannya akan kita atur sehingga para pengusaha atau investor yang akan masuk melakukan perdagangan bisa lebih mudah.

“Untuk komoditinya yang akan kita serap dari pemerintah daerah termasuk di wilayah kabupaten Buton Buton Selatan dan kota bau-bau dan beberapa daerah lainnya yaitu dari sektor perikanan sektor pertanian, dalam arti luas hanya saat ini belum digalakkan semuanya, karena masih terkategori sendiri-sendiri dalam proses”Jelasnya Wakil Gubernur Sultra itu.

Kata Ir. Hugua, nilai ekspor yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara saat ini masih banyak dilakukan atau ditransfer ke daerah lain sehingga nilai transfer hasil bagi sumber daya yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara itu masih banyak diambil oleh Wilayah lain. Dan hal ini akan kita godok dalam nilai ekspor hari ini sehingga bisa menjadi salah satu proses sinergilitas antara karantina jaminan mutu dan berbagai hal lainnya yang berkaitan sehingga nilai ekspor yang akan dilakukan bisa maksimal kualitas ekspornya.

“Intinya adalah konsolidasi semua elemen yang berkaitan dengan nilai ekspor, sehingga dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk ekspor bisa menjadi bagian yang tidak terpisahkan antara”ujarnya.

Kata Hugua, Hal ini Diharapkan dengan adanya prospek ekspor melalui Pelabuhan Murhum masyarakat bisa lebih meningkatkan nilai produk lokal dalam bidang penangkapan ikan atau nelayan dan nilai pertanian di mana tidak hanya berfokus untuk pasaran lokal tetapi hasilnya bisa menjadi salah satu komoditi ekspor yang akan bisa dikembangkan ke masyarakat luar negeri.

ia berharap, masing-masing memperkuat produk lokal setiap daerah, bila petani ingin menanam kacang panjang maka berpikirlah untuk bisa dimakan oleh masyarakat Surabaya atau Tiongkok, dan untuk petani jagung tidak hanya dijual pada pasar wameo saja tetapi bisa dipasarkan ke taraf yang lebih luas seperti luar negeri.

“Jadi ekosistemnya yang kita bangun, petaninya siap, pengusahanya berjalan lancar dan pemerintahnya melayani dengan sistem dan konsisten, sehingga infrastruktur dapat dibangun dengan baik, dan ekspor berjalan secara maksimal” Tegasnya. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *