SPIONNEWS.ID, MALUKU – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menggelar aksi Jumat Bersih sebagai bentuk komitmen menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, khususnya kawasan pesisir. Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimda, OPD, TNI/Polri, BUMN/BUMD, camat, lurah hingga RT/RW serta masyarakat.
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari tanggung jawab bersama sebagai daerah kepulauan.“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat Aru,” tegasnya, Jumat, 13/02/2026.
Menurut Bupati, menjaga kebersihan pesisir memiliki dampak luas. Dari sisi kelautan, pesisir yang bersih akan menjaga ekosistem laut tetap sehat. Sampah plastik dan limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari perairan dan mengganggu mata pencaharian nelayan.
"Sebagai daerah kepulauan, laut adalah masa depan kita. Kalau pesisir bersih, maka laut pun terjaga,” ujarnya.
Dari aspek kesehatan lanjutnya, lingkungan yang bersih akan menciptakan ruang hidup yang nyaman dan mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan. Karena itu, aksi Jumat Bersih dinilai sebagai langkah sederhana namun penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.
Tak kalah penting, kebersihan dan keindahan kota juga berdampak pada ekonomi. Wajah daerah yang bersih menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung maupun investor.
"Kalau daerah kita bersih dan indah, orang akan datang dengan rasa nyaman. Itu juga berdampak pada ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Bupati pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya, bukan hanya kegiatan sesaat.
"Mari kita mulai dari hal kecil, jangan buang sampah sembarangan. Aru yang bersih adalah kebanggaan kita bersama,” tutupnya.
Dengan semangat kebersamaan, Pemkab Aru berharap gerakan ini terus berlanjut dan menjadi bagian dari karakter masyarakat dalam menjaga laut, kesehatan, dan masa depan ekonomi daerah.(*)
Editor : EB

