SPIONNEWS, Batauga – Untuk bisa memperkuat Barisan di tingkat paling bawah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperkuat kader-kadernya dengan kegiatan pendidikan kader loyalis PKB.
Ratusan kader PKB di Kabupaten Buton Selatan hadir di gedung lamaindo, Minggu, 22/2/2026, untuk mengikuti kegiatan pendidikan kader yang dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh utama partai PKB di Buton Selatan dan di provinsi termasuk hadir ketua DPW PKB Sultra, Bang Jaelani.
Dalam kegiatan
Pendidikan Kader Loyalis PKB menjadi program pelatihan strategis, sering disebut Pendidikan Kader Pertama (PKP), yang difokuskan untuk memperkuat ideologi, militansi, dan komitmen kader muda dalam mengabdi pada partai dan masyarakat. Pelatihan ini menekankan politik kehadiran, kerja sama tim, dan kepatuhan terhadap instruksi untuk mewujudkan tujuan PKB.
“Langkah ini menjadi bagian dari strategis Nasional PBK untuk memperkuat kader-kader PKB di Kabupaten kota di seluruh Indonesia” Ungkap Jaelani selaku Ketua Umum PKB Sultra.
Lanjutnya, Pendidikan Kader Loyalis PKB bagian dari program pelatihan strategis, sering disebut Pendidikan Kader Pertama (PKP), yang difokuskan untuk memperkuat ideologi, militansi, dan komitmen kader muda (usia 17-35 tahun) dalam mengabdi pada partai dan masyarakat. Pelatihan ini menekankan politik kehadiran, kerja sama tim, dan kepatuhan terhadap instruksi untuk mewujudkan tujuan PKB.
“Tujuan utama Meningkatkan loyalitas, memperkuat ideologi, dan mencetak kader yang militan serta siap berkhidmat, dengan target Kader muda, terutama pengurus PAC dan ranting, dengan fokus pada usia 17-35 tahun.
” Materi Pelatihan, yang difokuskan Pemahaman ideologi partai, visi perjuangan, strategi komunikasi politik, serta penguatan militansi kader.
Karakteristik Kader, Dituntut untuk menurunkan ego sektoral, mandiri, taat instruksi, dan mampu melayani rakyat (politik kehadiran)” Ujarnya.
Pelaksana, Diselenggarakan oleh DPC PKB bekerja sama dengan Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP PKB, Pendidikan ini merupakan langkah nyata PKB dalam memastikan regenerasi yang berkelanjutan, menanamkan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama, dan mempersiapkan kader menghadapi tantangan politik. (Ha)
Editor : Harry

