SPIONNEWS.ID, MALUKU – Dusun Belakang Wamar, Desa Durjela, Selasa (03/03/2026), menjadi titik penting dimulainya penguatan strategi penanganan stunting di Kepulauan Aru. Pemerintah daerah menggandeng Badan Gizi Nasional dan BKKBN Provinsi Maluku untuk memastikan percepatan intervensi berjalan lebih sistematis dan terintegrasi.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perang melawan stunting tak lagi bisa dijalankan dengan pendekatan sektoral. Pemerintah menyadari bahwa persoalan gizi berkaitan erat dengan pendidikan, ekonomi keluarga, sanitasi, hingga pola asuh.
Bupati Timotius Kaidel hadir langsung bersama jajaran OPD dan Ketua Tim PKK. Kehadiran pimpinan daerah di lokasi kegiatan memberi pesan simbolik bahwa isu ini menjadi prioritas politik pembangunan daerah.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas gizi ibu hamil, balita, dan remaja putri. Intervensi dilakukan melalui edukasi berkelanjutan, pemberian makanan tambahan bergizi, serta pendampingan keluarga secara intensif.
BGN akan memperkuat dukungan teknis dengan pemetaan wilayah rawan stunting dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Tanpa tenaga lapangan yang kompeten, program sehebat apa pun hanya akan berhenti di atas meja rapat.
Pendekatan berbasis keluarga dipilih karena akar persoalan stunting terletak pada praktik konsumsi dan pola asuh sehari-hari. Pemerintah ingin memastikan perubahan terjadi dari dalam rumah tangga, bukan sekadar lewat kebijakan administratif.
Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa stunting bukan isu kecil. Ia menyebutnya sebagai ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia Aru di masa depan, sehingga tidak ada ruang untuk kompromi dalam pelaksanaannya.
Upaya ini menjadi babak baru bagi Aru dalam membangun generasi sehat dan produktif. Tantangan ke depan adalah konsistensi, pengawasan, dan keberanian mengevaluasi diri. Karena keberhasilan tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari turunnya angka stunting secara nyata. (EB)


