Ramadan – Sang Guru yang Akan Pergi

*Ramadan – Sang Guru yang Akan Pergi*

Penulis.YAMIN, S. Pd. MA.Guru Bahasa Inggris yang juga PLT. Kepala SMPN 6 Batauga

Catatan Reflektif Puitis di Akhir Ramadan_Sang Guru itu bernama Ramadan.

Guru yang datang setiap tahun.Mengajar dengan cara sederhana.Namun penuh makna.

Ia mengajarkan kita tanpa banyak kata.Melatih kita menahan mata.

Melatih kita menahan emosi.Melatih kita menjadi pribadi baik lagi mandiri.

Di sekolah, pelajaran dari Ramadan terlihat jelas. Peserta didik menjadi lebih tenang. Lebih sabar.

Dan lebih menghargai orang lain.Ini tanda bahwa “sang guru” sedang bekerja.

Ramadan juga mengajarkan menjaga lisan.Bahwa tidak semua harus diucapkan.

Bahwa kata-kata bisa melukai.

Kata-kata juga bisa memperbaiki. Karena itu, kita belajar berbicara yang baik.Tidak kasar.Tidak mengejek.Tapi, mudah memberi maaf Ramadhan seperti guru yang tegas.

Ia menegur kita saat salah bicara.Ia mengingatkan kita untuk diam ketika tidak perlu bicara.

Sang Guru juga mengajarkan untuk menjauhi perkataan sia-sia dan bergosip. Ia mengajarkan bahwa waktu itu berharga.

Tidak perlu dihabiskan untuk membicarakan orang lain.Tidak perlu diisi dengan hal yang tidak penting.

Lebih baik digunakan untuk hal yang bermanfaat. Ramadhan juga adalah guru tentang kepedulian.

Ia membuat kita merasakan lapar.Agar kita memahami orang lain. Agar kita lebih peka. Di sekolah, ini berarti saling membantu.

Saling mendukung. Dan tidak membiarkan teman merasa sendirian. Ramadhan juga mengajarkan menghormati sesama.

Menghormati guru. Menghormati teman. Menghargai perbedaan. Karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangan.

Namun, sekarang Ramadan akan pergi. Sang guru akan meninggalkan kita. Pertanyaannya, apa yang kita bawa?Apakah kita hanya ingat suasananya? Atau kita membawa pelajarannya? Guru yang baik tidak hanya didengar saat ia ada.

Tetapi diingat saat ia sudah pergi. Begitu juga Ramadhan.

Nilainya harus tetap hidup. Walaupun bulannya akan berakhir. Ramadhan adalah guru yang baik. Lalu kita, apakah sudah siap menjadi Muridnya yang baik? Murid yang tidak hanya taat saat gurunya hadir.

Tetapi tetap ingat saat ia telah pergi. Tetap menjaga apa yang telah diajarkan. Tetap menjalankan nasihat yang telah ditanamkan.

Sebelas bulan ke depan adalah ujiannya. Di situlah terlihat siapa yang benar-benar belajar,dan siapa yang hanya ikut suasana.

Penulis.YAMIN, S. Pd. MA.Guru Bahasa Inggris yang juga PLT. Kepala SMPN 6 Batauga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *