Penulis : Vivi Novianti (Pemerhati Lingkungan sekaligus Dosen Biologi Universitas Negeri Malang)
SPIONNEWS.ID, JATIM – Liburan bersama keluarga dan orang tercinta adalah salah satu momen berharga. Pantai merupakan area wisata yang digemari semua kalangan masyarakat dan berbagai usia. Tiket masuk yang terjangkau menjadikan pantai sebagai destinasi wisata banyak orang.
Sabtu minggu merupakan waktu dimana pantai ramai dikunjungi terutama hari besar seperti lebaran dan tahun baru. Tentunya ini menjadi salah satu penggerak ekonomi rakyat (UMKM) yang terus menggerakkan roda perekonomian.

Deburan ombak, lembutnya pasir, suara angin pantai serta area yang luas untuk bermain, berjalan dan berlari adalah sebagian kecil dari kesenangan yang diberikan pantai untuk pengunjungnya, yang kita kenal dengan layanan ekosistem.
Layanan ekosistem (ecosystem services) yang diberikan pantai sangatlah banyak sebut saja:
1) Layanan Penyediaan (Provisioning Services):
Sumber pangan (ikan, udang, kerang) dan bahan obat-obatan.
Bahan baku material (kayu bakau, bahan bangunan).
Lahan tambak garam.
2) Layanan Pengaturan (Regulating Services):
Perlindungan pantai alami (penahan ombak, mitigasi tsunami, mencegah intrusi air laut). Pengendalian erosi (abrasi) oleh vegetasi seperti mangrove.
Penyimpanan karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim. Pemurnian air limbah dan sedimen.
3) Layanan Pendukung (Supporting Services):
Habitat alami (tempat mencari makan, pemijahan, dan pembesaran/nursery ground) berbagai biota laut, ikan, dan burung. Siklus nutrisi dan siklus unsur. Keanekaragaman hayati yang tinggi.
4) Layanan Budaya (Cultural Services):
Pariwisata dan rekreasi (berenang, selam, panorama, olahraga pantai). Nilai estetika dan spiritual. Pendidikan dan penelitian ilmiah.

Sayangnya, aktivitas manusia berupa kunjungan wisata yang besar (mass tourism) tidak diikuti dengan kesadaran untuk menjaga pantai. Satu sorotan tajam adalah sampah wadah makanan dan minuman yang dibiarkan tergeletak di sepanjang pantai.
Hal ini menjadi bukti bahwa kesadaran dan kepedulian masyarakat kita untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat minim. Edukasi dari tingkat terkecil (rumah), sekolah, masyarakat dan pemerintah secara berkelanjutan sangat diperlukan.

Di sisi lain, peningkatan fasilitas berupa penambahan tempat sampah, khususnya di waktu liburan menjadi salah satu masukkan awal bagi pihak pengelola.
Pantai akan terus memberikan layanannya secara maksimal jika kita menjaganya, dan sebaliknya. Agar kita dan anak cucu kita dapat terus menikmati wisata pantai, mari bersama-sama kita jaga kebersihan pantai dan tidak melakukan perusakan terhadap fasilitas dan lingkungan sekitar pantai. Indonesia kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi sumber daya pesisir dan laut yang sangat melimpah. Didukung oleh garis pantai terpanjang kedua di dunia (sekitar 104.000 km).
* Mari kita jaga dan pertahankan kekayaan alam Indonesia *

