SPIONNEWS, BAUBAU – Beroperasi selama hampir satu dekade kondisi jembatan biru, akses penyebrangan masyarakat Pulau Makasar ke daratan Kota Baubau (lowu-lowu) kini mengalami kerusakan parah yang mengancam keselamatan hingga berpotensi roboh.
Sejak diresmikan oleh Nur Alam pada tahun 2017 silam yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara. Jembatan biru menjadi akses penghubung bagi masyarakat Pulau Makasar dalam menjangkau wilayah daratan Kota Baubau.
Hampir satu dekade digunakan sebagai akses penghubung satu-satunya bagi masyarakat disana, namun kondisinya justru kian memprihatinkan beberapa tahun terakhir. Sejumlah tiang penyangga jembatan yang terbuat dari beton kini mengalami pengikisan yang disebabkan oleh organisme hidup yang secara aktif melubangi permukaan tiang tersebut.
Akibatnya berdampak pada geladak jembatan yang bergetar hingga goyang saat dilintasi kendaraan roda empat. Kondisi itu diperparah dengan belum adanya sama sekali pemugaran atau revitalisasi terhadap jembatan penghubung sepanjang sekitar 1,3 Kilometer itu.
Bedasarkan pantauan telisik.id di lokasi, kerusakan jembatan biru bukan hanya terjadi pada tiang penyangga. Namun, beberapa railing jembatan (sandaran) yang telah copot akibat tindakan para tangan tak bertanggung jawab alias rayap besi.
Semenjak banyaknya railing jembatan yang hilang membuat sejumlah pengendara yang melintas diatas jembatan biru khawatir akan keselamatan berkendara. Tak hanya itu, pengendara menjadi was-was menepi disisi kiri dan kanan sayap jembatan saat menunggu kendaraan roda empat selesai melintasi geladak. Pasalnya tak ada lagi beton pembatas yang tersisa akibat rusak oleh perbuatan oknum tak bertanggung jawab.
“Kalau mobil lewat jembatan sudah goyang-goyang kayak mau roboh,” ungkap Dicky saat ditanyai telisik.id di jembatan biru, pada Senin (1/6/2026).
“Baru ini juga, sudah hilang besi sandaran dan beton pembatas jembatan bahaya kalau lagi tunggu mobil lewat begini jangan sampai ada yang jatuh ke laut,” lanjutnya.
Sebelumnya dalam kunjungan reses di Pulau Makasar pada 27/5/2025. Salah satu anggota DPRD Provinsi Sultra dari fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) Rosni mengukapkan proyek rehabilitasi jembatan telah didorong masuk kedalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sultra.
Rosni mengungkapkan bahwa perbaikan jembatan akan difokuskan pada pelebaran jembatan yang sudah ada tanpa merusak konstruksi yang digunakan masyarakat saat ini. Langkah ini dinilai lebih efisien dan cepat untuk dieksekusi oleh OPD teknis terkait.
“Tetap akan saya dorong semua untuk diperjuangkan minimal 5 tahun terakhir ini dapat terealisasi oleh Pemprov Sultra,” ungkapnya.
“Tetap akan saya dorong semua untuk diperjuangkan minimal 5 tahun terakhir ini dapat terealisasi oleh Pemprov Sultra,” ungkapnya. (**)
Editor : Harry

