Mengenang Kelahiran Presiden Republik Indonesia Pertama

SPIONNEWS.ID, JAKARTA-125 tahun lalu. Tepat 17 hari setelah meletusnya Gunung Kelud. Di saat fajar mulai menyingsing, lahir seorang anak laki-laki yang di masa depan membawa Indonesia pada kemerdekaan sejati-jatinya.

Kelahiran anak laki-laki itu tepat ketika dunia memasuki abad ke-20.

6 Juni 1901.

Ia lahir dari ayah bersuku Jawa dan ibu bersuku Bali. Bagi kosmologi Jawa dan Bali percaya bahwa peristiwa gunung meletus bukanlah bencana tapi manifestasi dari keseimbangan kosmis dan poros kekuatan alam.

Pun kelahiran anak disaat gunung meletus akan membawa kebaikan. Kebaikan yang bukan hanya bagi keluarga tapi juga bagi negeri.

Anak laki-laki itu diberi nama, Kusno Sosrodiharjo yang dikemudian hari karena sering sakit-sakitan mengganti nama menjadi Soekarno.

Soekarno adalah kisah yang tak pernah usai. Penuh romantika, dinamika dan dialektika.

Ia tumbuh sebagai seorang tokoh pergerakan Nusantara. Bersentuhan dengan semua kelas masyarakat.

Setiap perjalanan Soekarno adalah pelajaran berharga yang mampu dikonversi menjadi pengetahuan dan semangat yang baru.

Dari pertemuan dengan petani di Bandung, ia menggagas Marhaenisme. Sebuah ideologi perjuangan dan ideologi pembebasan rakyat Indonesia dari belenggu kolonialisme.

Dari pengasingan di Ende, ia menggali Pancasila. Soekarno tidak pernah pula mengklaim bahwa Pancasila itu ciptaannya. Ia tidak egois. Ia hanya menyebut dirinya sebagai Penggali Pancasila.

Soekarno adalah gema suara pembebasan dari pengasingan, podium, mimbar hingga penjara. Menerjemahkan persoalan rakyat yang tak mampu tersampaikan selama bertahun-tahun lamanya hingga ia dikenal pula sebagai "Penyambung Lidah Rakyat".

Di hadapan imperialisme dan kolonialisme yang membawa kesengsaraan, Soekarno melawan dengan dinamis. Punggungnya terlalu keras untuk sekadar menunduk pada Barat. Gestur wibawanya membawa Indonesia memimpin pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 dan Gerakan Non Blok (GNB) 1961.

Soekarno bukanlah manusia sempurna, ia berkali-kali mengucapkan bahwa kesempurnaan itu hanya milik Tuhan yang maha Kuasa.

Selamat Ulang Tahun; Pemimpin Besar Revolusi Indonesia, Putra Sang Fajar, Penyambung Lidah Rakyat, Sang Proklamator dan Pesiden Pertama RI----
Ir. Soekarno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *