SPIONNEWS, Kendari – Melihat kondisi perpolitikan Indonesia yang semakin hari terlihat tidak stabil karena kondisi geopolitik internasional menjadikan salah satu momen penting bagi generasi muda untuk bisa membuka Cakrawala berpikir dan langkah-langkah konkret untuk bisa menata perkembangan perpolitikan yang ada di Nasional.
Itu tokoh pemuda Sulawesi Tenggara yang belum lama ini bertemu dengan Presiden Jokowi yang sebagai mantan pimpinan pemerintah Republik Indonesia ke-7 sempat memberikan pandangan terkait budaya yang perlu diperhatikan bagi generasi muda karena banyaknya budaya luar yang masuk ke Indonesia terutama di wilayah Timur Indonesia.
Syamsul sebagai Tokoh Muda Sultra, juga sempat bertemu dengan salah satu Pelopor dan penggagas utama dari Partai solidaritas Indonesia (PSI) Pada Struktur Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk periode 2025-2030 dipimpin oleh tokoh besar Indonesia sebagai Mantan Presiden ke 7 Joko Widodo, dan Sekertaris Dewan Pembina, oleh Grace Natalie sebagai Sekjend PSI Raja Juli Antoni.
Ketika ditemui sebagai Tokoh Muda Sultra Syamsul, menuturkan Belum lama ini saya sempat duduk bersama dengan mantan presiden RI yang ke-7 Bapak Jokowi dan banyak berbincang dengan beliau terkait generasi muda yang akan cinta terhadap budaya lokal dan menata regenerasi tokoh publik di masa depan hal ini juga diungkapkan oleh Salah satu tokoh yang belum lama ini sempat saya temui yaitu tokoh perempuan nasional sebagai salah satu pendiri PSI Grace Natalie, memberikan pandangan kepada saya agar bisa melata berbagai instrumen dari kaum muda untuk bisa melihat dan ikut dalam meningkatkan kualitas tokoh publik dari kaum muda yang siap untuk memimpin daerah-daerah yang perlu dikembangkan melalui lintas koordinasi pusat dan daerah.
“Saat itu saya sempat berbincang bagaimana agar daerah Indonesia Timur bisa menjadi satu corong penting dalam pembangunan pemerintah Indonesia dari skala nasional” Ungkapnya, 8/7/2025.
Kata Tokoh Muda itu, Kami sempat berbincang-bincang dan memberi masukan kepada beberapa tokoh muda yang saat ini sudah duduk di DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten, untuk terus bisa mengevaluasi kinerja lembaga DPR yang saat ini dilihat tidak bisa mengaplikasikan hasil kinerja kerja dalam konteks kunjungan kerja luar daerah yang nantinya bermanfaat untuk daerah tersebut.
“Kami juga mendapatkan berbagai pemikiran baru bagaimana menata tokoh-tokoh muda lokal untuk bisa membantu dan mengembangkan masyarakat tidak hanya ketika sudah duduk pada posisi wakil rakyat tapi bisa menggerakkan masyarakat dengan kegiatan sederhana yang mampu membawa perubahan kecil di daerah sehingga berdampak besar kepada tingkat nasional” Tegasnya.
Lanjutnya, memang amanah dari teman-teman dari tokoh muda nasional selalu memberikan masukan dan saran kepada lokal dalam tingkat provinsi maupun kabupaten untuk selalu bisa mengawal pemerintah dalam perkembangan daerah sehingga masyarakat bisa memberikan kepercayaan untuk membantu perkembangan daerah tidak hanya dari skala nasional namun pertumbuhan peningkatan ekonomi budaya dan instrumen pemikiran baik itu penting untuk bisa menghadirkan kepedulian bersama.
“Kami juga akan mencoba mengurangi perkembangan daerah selama satu tahun pemerintahan untuk bisa mengevaluasi langkah-langkah apa yang harus diambil sebagai tokoh muda Sultra untuk membangun daerah tidak hanya dari sisi pemerintah tapi dari sisi budaya ekonomi dan inovasi dalam mengembangkan daerah yang dikaitkan langsung dengan tokoh-tokoh muda nasional di pusat” Ungkapnya. (**) Editor : Harry

