SPIONNEWS.ID, MALUKU – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menegaskan bahwa Pra Musyawarah Masyarakat Adat Aru bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan masyarakat adat di seluruh wilayah Kepulauan Aru.
Menurutnya, keberadaan lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
“Musyawarah ini harus menghasilkan keputusan yang lahir dari kebersamaan dan mencerminkan aspirasi seluruh masyarakat adat,” kata Kaidel.

Ia berharap seluruh tahapan musyawarah dapat berlangsung secara terbuka dengan menjunjung tinggi nilai-nilai adat, menghormati perbedaan pendapat, serta mengedepankan musyawarah mufakat.
Kaidel juga mengajak seluruh peserta untuk mengutamakan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi maupun kelompok sehingga hasil yang dicapai dapat diterima oleh seluruh masyarakat adat.
“Selamat bermusyawarah. Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang memperkuat persaudaraan dan menjaga warisan adat demi masa depan Kepulauan Aru yang lebih baik,” tutupnya.
Editor : EB

