Pemda Buton Selatan Ketahanan Pangan Daerah Target 1 Hekter/ Desa atau Kelurahan

“RAKOR KETAHANAN PANGAN DAERAH: KUATKAN KETERSEDIAAN, KETERJANGKAUAN DAN KEMANDIRIAN PANGAN MASYARAKAT BUTON SELATAN”

SPIONNEWS, BATAUGA, — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menggelar Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan Daerah yang berlangsung di Gedung La Maindo, Batauga. Kegiatan strategis ini dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan lintas sektor, menunjukkan komitmen bersama dalam menjamin ketersediaan dan kemandirian pangan bagi seluruh masyarakat.

Hadir Dalam Kegiatan, Unsur Forkopimda Kabupaten Buton Selatan, Kapolres Buton / Kota Baubau atau yang mewakili beserta jajaran Polres Buton–Baubau, Ketua DPRD Kabupaten Buton Selatan, Kepala Bulog Kota Baubau, Kepala Bank Sulawesi Tenggara (Sultra) Cabang Batauga Buton Selatan. Ikut juga

  • ✅ Seluruh Camat se-Kabupaten Buton Selatan
  • ✅ Seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Buton Selatan
  • ✅ Kepala OPD terkait, perwakilan TNI, Polri, dan lembaga terkait lainnya

Dalam sambutan yang disampaikan, ditekankan bahwa tema ketahanan pangan ini sangat relevan dengan Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia serta visi dan misi Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara. Hal ini menjadi prioritas penting yang harus dilaksanakan secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Buton Selatan.

“Pangan adalah urusan wajib yang menyangkut hajat hidup masyarakat. Hal ini juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menyatakan bahwa pangan merupakan hak asasi manusia, dan pemenuhannya menjadi tanggung jawab negara. Ini bukan sekadar program, ini adalah kewajiban konstitusional kita bersama,” demikian disampaikan dalam sambutan. Rabu, 26/8/2026.

Tiga Pilar Utama Ketahanan Pangan

Rakor ini menegaskan tiga pilar utama yang harus dijaga dan diperkuat secara beriringan:

1️⃣ Ketersediaan Pangan

Pastikan produksi pertanian, peternakan, dan perikanan lokal tetap terjaga dan berkelanjutan dari hulu ke hilir.

2️⃣ Keterjangkauan Pangan

Akses masyarakat terhadap pangan harus terjamin. Jaringan distribusi harus lancar, dan harga di pasar wajib dijaga stabil melalui operasi pasar yang rutin dan terkoordinasi.

3️⃣ Kemandirian Pangan

Mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah dengan mengoptimalkan potensi lahan lokal, diversifikasi pangan pokok alternatif, dan pengolahan hasil bumi di daerah sendiri.

Dijelaskan bahwa Kabupaten Buton Selatan sebenarnya masuk dalam kategori terlambat menyelenggarakan Rakor ini, karena Kabupaten Buton sudah melaksanakannya sejak 2 atau 3 bulan yang lalu. Hal ini disebabkan adanya tiga kegiatan besar yang menyita waktu dan perhatian daerah, Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Buton Selatan, Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Tingkat Kabupaten yang baru saja sukses digelar di Teluk Lande.

Langkah Strategis yang Disepakati

Dalam forum strategis ini, disampaikan beberapa hal penting yang menjadi arahan bersama:

1. Sinergi Lintas Sektor

OPD terkait, TNI, Polri, dan Bulog harus bekerja kompak dalam mengawal rantai pasokan pangan dari produsen hingga ke konsumen akhir.

2. Inovasi dan Teknologi Pertanian

Mendorong petani memanfaatkan teknologi modern agar hasil panen lebih melimpah, efisien, dan berstandar kualitas yang lebih baik.

3. Antisipasi Perubahan Cuaca Ekstrem

Menyiapkan langkah-langkah antisipatif menghadapi perubahan iklim agar tidak terjadi gagal panen yang merugikan petani dan mengganggu pasokan pangan daerah.

PROGRAM PRIORITAS: “SATU HEKTAR SATU DESA / SATU KELURAHAN”

Poin paling strategis yang disampaikan dalam rapat koordinasi ini adalah arahan Bupati Buton Selatan kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah:

“Kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah yang hadir, kami sampaikan arahan Bapak Bupati: mari kita laksanakan program ‘Satu Hektar Satu Desa / Satu Kelurahan’. Setiap desa dan kelurahan wajib mengoptimalkan minimal satu hektar lahan untuk produksi pangan pokok baik itu padi, jagung, cabai, ubi jalar, maupun komoditas unggulan lainnya yang sesuai dengan karakteristik tanah di wilayah masing-masing. Jika 70 desa dan kelurahan melaksanakan ini secara konsisten, dampaknya terhadap ketahanan pangan daerah akan sangat besar.”

Program ini diharapkan menjadi fondasi nyata kemandirian pangan Buton Selatan, di mana setiap wilayah berkontribusi secara langsung terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakatnya sendiri.

Rakor ini juga diisi dengan sesi pemaparan teknis dari berbagai instansi terkait, antara lain, Pemaparan dari Perwakilan Polres

“Demikianlah sambutan dan arahan yang kami sampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan. Mari kita mulai dari rumah kita sendiri, dari desa kita masing-masing, untuk mewujudkan Buton Selatan yang mandiri dalam pangan, sejahtera dalam gizi, dan kokoh dalam kemandirian ekonomi daerah” Ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *