100 Hari Kerja Bupati Buton Selatan, Pulau Kawi-Kawia Jadi Sorotan

Liputan Khusus Jurnalis:
La Ode Muhammad Syamsir
La Ode Ismail Marzuki
Sandy Haladi

SPIONNEWS.ID, BUTON SELATAN – Berawal dari para kru spionnews.id, La Ode Ismail Marzuki dan Sandy Haladi melakukan perjalanan ke Pulau Kawi-Kawia belum lama ini, Pulau Kawi-Kawia atau dikenal juga dengan sebutan Pulau Kakabia adalah pulau tak berpenghuni yang berada di ujung perbatasan antara Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan.

Sejak saat itu, Pulau Kawi-Kawia kembali viral di media sosial karena pulau tersebut diperebutkan oleh dua wilayah, yaitu Kabupaten Buton Selatan provinsi Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Selayar provinsi Sulawesi Selatan.

Oleh karena itu, kru spionnews.id berinisiatif melakukan investigasi dengan menemui langsung Bupati Buton Selatan untuk mempertanyakan persoalan klaim sepihak oleh Kabupaten Kepulauan Selayar terhadap Pulau Kawi-Kawia.

Setelah membuat janji lewat Asisten Pribadi (Aspri) Bupati Buton Selatan, Bapak Ardi, akhirnya kru spionnews.id berhasil menemui Bupati Buton Selatan yang kemudian langsung mewawancarai Bapak Bupati Buton Selatan secara eksklusif.

Dalam Program 100 hari kerja Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, S.Sos.,MBA, dan Wakil Bupati Buton Selatan La Ode Risawal,SH. Pulau Kawi-Kawia juga tidak luput dari perhatiannya. Penjelasan Bupati tentang Pulau Kawi-Kawia sebagai berikut:

Pertama, berbicara masalah geografis Buton Selatan yang lebih luas lautan daripada daratannya, jadi luas laut itu sampai ke daerah Pulau Kawi-Kawia yang hari ini masih saling mengklaim antara Buton Selatan dengan Kepulauan Selayar.

Kedua, masalah tersebut sudah dimediasi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Bapak Andi Sumangerukka bersama Gubernur Sulawesi Selatan, sejak saat itu peta Pulau Kawi-Kawia ditandai dengan bintang sebagai simbol khusus antara dua kabupaten.

Perlu diketahui bahwa dalam sejarah Kesultanan Buton, daerah kekuasaannya itu sampai daerah Selayar termasuk didalamnya Pulau Kawi-Kawia. Artinya sejak sebelum Indonesia merdeka Pulau Kawi-Kawia itu adalah milik Kabupaten Buton yang sekarang ini telah dimekarkan wilayah itu menjadi bagian dari Kabupaten Buton Selatan.

Ketiga, salah satu tanda juga mengapa Pulau Kawi-Kawia yang memiliki banyak burung dan spesies ikan adalah milik Kabupaten Buton Selatan karena sudah sejak lama perahu-perahu layar dari Buton selalu berlabuh dan berteduh di Pulau Kawi-Kawia.

Kemudian, faktanya bukti Bahasa Buton namanya Bontonoslea sedangkan Bahasa Selayar hanya meliputi Jampea dan Kajoade, sedangkan dari Kepulauan Bonerate sampai Kalatoa dan Korumpa itu memakai Bahasa Wakatobi dan Bahasa Cia-cia yang juga berasal dari Kepulauan Buton.

Dan jika mereka semua yang ada di daerah itu ditanya tentang Pulau Kawi-Kawia pasti mereka menjawab milik Kabupaten Buton Selatan, dan sejak era kepemimpinan Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani telah membuat tugu di Pulau Kawi-Kawia.

Sebelum Kabupaten Buton Selatan mekar, Pulau Kawi-Kawia masuk wilayah Kabupaten Buton Kecamatan Sampolawa. Anehnya di tahun 2011 dengan SK Permendagri Nomor 45 masuk ke dalam wilayah Kepulauan Selayar.

“Saya sebagai putra anak daerah, orang Buton asli dan juga keluarga besar di Bonerate, Onemolangka, masih banyak kelapa keluarga leluhur saya disana, jadi saya tahu persis jangan diganggu itu Pulau Kawi-Kawia,” tegas Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios saat ditemui langsung wawancara di Rujab Bupati Buton Selatan, baru baru ini.

Terakhir, masih kata H. Muhammad Adios, pada tahun 2019 Pulau Kawi-Kawia sudah pernah diperkarakan hingga ke Mahkamah Konstitusi. “Pemenangnya adalah Kabupaten Buton, (khususnya sebagai kabupaten induk dari, red) Kabupaten Buton Selatan,” jelas Adios menutup bincang-bincang malam dengan salam dan senyuman hangatnya yang khas.(*)

Reporter: La Ode Muhammad Syamsir
Penulis: La Ode Muhammad Syamsir

Editor : Rusly, S.Mn.

Untuk liputan selengkapnya bisa dilihat di channel youtube Syamsir Alam Phc, klik gambar video di bawah ini.

2 thoughts on “100 Hari Kerja Bupati Buton Selatan, Pulau Kawi-Kawia Jadi Sorotan

  1. Kawi-Kawia itu sejak 1997 Bakorsutanal mencatat sebagai bagian dari wilayah Kec. Sampolawa.
    Lebih jauh, bahkan Selayar itu adalah bagian dari wilayah kesultanan Buton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *