Karakter Orang Kei “Di Balik Wajah Sangar Tersimpan Hati Yang Hangat”

Penulis : Samil Rahareng Mahasiswa Universitas Pattimura

SPIONNEWS.ID, MALUKU – Pulau Kei, gugusan surga di tenggara Provinsi Maluku, bukan hanya terkenal dengan pantai berpasir halus seperti tepung dan laut sejernih kristal, tapi juga dengan karakter masyarakatnya yang disebut-sebut keras. Banyak orang luar yang baru mendengar tentang Kei mengira orang-orangnya bertabiat galak, pemarah, bahkan kejam. Tak sedikit pendatang yang awalnya datang dengan rasa was-was, takut diperlakukan kasar.

Namun, sebagaimana ombak yang tampak deras tapi menyimpan ketenangan di kedalaman, begitu pula karakter orang Kei. Di balik sorot mata tajam dan suara lantang, tersimpan hati yang lembut, jiwa yang terbuka, dan tangan yang selalu siap menolong.

“Orang Kei itu keras di luar, padahal lembut di dalam,” kata seorang Mahasiswa UGM Yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Ohoi (desa) Disuk Kecamatan Kei Kecil Timur. “Waktu saya pertama datang, saya takut. Tapi sekarang, mereka sudah seperti keluarga sendiri, Mereka baik dan ramah.”

Baca Juga : Pedagang Menjerit Pajak Sampah Melangit, Pemkot Ambon Miskin Solusi

Banyak yang tak tahu bahwa dalam budaya Kei, keramahan dan perlindungan terhadap tamu adalah hukum tak tertulis. Orang Kei biasanya berbicara keras, tapi itu bukan karena marah itu cara mereka mengekspresikan diri. Mereka bisa terlihat serius, tetapi sikap itu justru lahir dari rasa tanggung jawab dan penghormatan terhadap orang lain.

Ketika ada tamu atau pendatang yang berasal dari luar Pulau Kei akan di sambut dengan ramah, rumah-rumah selalu siap menerima tamu, piring makan selalu ditambah ketika ada orang baru. Anak-anak desa memanggil orang pendatang dengan sapaan “Mama, Bapa, Kaka Dan Ade” tanpa ragu. Bahkan jika ada pendatang yang kesulitan, masyarakat akan sigap membantu tanpa banyak bicara.

Mereka bukan marah, namun mereka tegas. Mereka bukan kejam, namun mereka jujur.
Dan mereka bukan tertutup, namun mereka hanya menjaga harga diri dan kehormatan adat.

Kei telah membentuk manusia-manusia kuat, karena laut dan tanahnya menuntut kerja keras. Tapi kekuatan itu bukan untuk menindas, melainkan untuk melindungi. Dan siapa pun yang datang dengan niat baik, akan diterima dengan pelukan hangat dan senyum yang tulus.

Jadi, jika suatu hari kamu datang ke Kei dan melihat seorang bapak berteriak dari jauh, jangan buru-buru takut. Bisa jadi itu caranya menyambutmu dengan penuh semangat (ABR)

Editor : EB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *