Oleh: Samil Rahareng
SPIONNEWS.ID, MALUKU – Masa jabatan DPD IMM Maluku sejatinya sudah selesai pada Februari 2024 . Namun, pengurus lama seolah enggan menerima kenyataan. Mereka masih sibuk tampil di berbagai forum resmi, menghadiri acara besar, bahkan berbicara atas nama organisasi, padahal legitimasi mereka sudah kedaluwarsa.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius, apakah DPD IMM Maluku benar-benar bekerja untuk kader, atau hanya mempertahankan kepentingan segelintir orang? Sebab jika amanah organisasi dijalankan dengan benar, seharusnya MUSDA segera digelar untuk melahirkan kepemimpinan baru. Bukannya menunda-nunda dan menggunakan sisa pengaruh demi menjaga posisi.
DPD IMM Maluku tampak lebih sibuk mengejar panggung ketimbang menyelesaikan tanggung jawab. Regenerasi mandek, arah gerakan kabur, dan kader di tingkat bawah dipaksa menerima kenyataan bahwa organisasi ini dikendalikan oleh kepentingan politik internal.
Lebih ironis lagi, cabang-cabang justru dijadikan alat tawar-menawar. Bukannya diberdayakan, mereka diarahkan agar patuh pada kepentingan Muswil. DPD IMM Maluku telah berubah fungsi: dari wadah pengabdian menjadi arena politik internal yang penuh intrik.
Situasi ini mencoreng wajah IMM di Maluku. Organisasi mahasiswa Islam yang seharusnya tampil sebagai pelopor intelektual dan penggerak perubahan, justru dipertontonkan sebagai kumpulan orang yang haus jabatan. Semua demi panggung, semua demi suara, sementara kaderisasi terabaikan.
Jika DPD IMM Maluku tidak segera menggelar MUSDA dan menegakkan marwah organisasi, maka sejarah akan mencatat bahwa kepengurusan ini hanyalah periode kelam: masa di mana amanah diabaikan, jabatan dipertahankan, dan idealisme dikorbankan.
Penulis adalah Sekertaris Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, FKIP Universitas Pattimura Ambon
Editor : Redaktur SpionNews.id Maluku

