SPIONNEWS, BATAUGA – Pihak BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara menghadirkan kegiatan di sosialisasi alat kontrasepsi pria dan wanita di Hari Kontrasepsi Sedunia kegiatan ini dilaksanakan di seluruh Indonesia dan termasuk di Kabupaten Buton Selatan.
Dalam kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Lakarada, Batauga, Buton Selatan, dengan menghadirkan 100 peserta dari berbagai kalangan di masyarakat untuk mengikuti sosialisasi dan himbauan terkait dengan alat kontrasepsi baik yang ada di wanita maupun yang ada di pria.
ketika ditemui Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Buton Selatan, La Asari Mengatakan “Hari kontrasepsi sedunia ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, khusus di Buton Selatan dipusatkan di Kecamatan Batauga, tetapi semua fasilitas kesehatan di seluruh kecamatan di Buton Selatan melakukan pelayanan 100 akseptor untuk hari ini” ujarnya
Adapun 100 akseptor berupa adapun berupa (MKJP) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, adapun kontrasepsi ini diposisikan pada dalam rahim dan lengan untuk wanita, dan kontrasepsi pria, untuk peserta yang hadir saat ini dari semua kalangan 100 orang, semua Puskesmas dan faskes Di Seluruh Kecamatan Kabupaten Buton Selatan.
“Kalau untuk kontrasepsi yang sudah dijelaskan oleh dokter ahli, dr. Orjin, penggunaan alat kontrasepsi itu tidak berbahaya, khususnya kontrasepsi dalam rahim, seperti AUD ada juga operasi wanita, yang diperuntukkan untuk wanita yang sudah memiliki anak dua atau tiga lebih atau empat orang anak, ditawarkan kalau bisa ikuti pemasangan kontrasepsi ini” ungkapnya.
Menurut Kepala Dinas, hal ini tidak serta-merta langsung dilakukan tapi harus melalui persetujuan antara suami dan istri, tidak terjadi keretakan rumah tangga. Siapa tahu jangan sampai pihak suami masih menginginkan anak, tapi kalau istrinya sudah tidak mau ya itu urusan mereka berdua.
“Sehingga kami dari pihak BKKBN ada perjanjian penandatanganan sebelum melakukan pemasangan alat kontrasepsi tersebut, untuk mengisi formulir sesuai dengan kesepakatan” imbuhnya.
Kata, Kadis BKKBN, untuk pemasangan alat kontrasepsi rahim, MOP atau MOW, biasa dilakukan di rumah sakit, dan ini dokter-dokternya sudah terlatih semua, dari kami selaku dinas pengendalian penduduk, dan mereka sudah mengetahui hal tersebut, namun khusus untuk susuk, atau AUD sudah bisa dilakukan di Puskesmas terdekat, karena di Puskesmas sudah kami latih para bidan untuk bisa memasang alat kontrasepsi tersebut.

“Adapun yang harus dikeluarkan bagi masyarakat yang akan memasang alat kontrasepsi tersebut, dengan penggunaan jasa medis, dalam melakukan operasi ringan, untuk pemasangan seperti AUD sudah ada ketentuannya paling sedikit 100.000, namun jasa medis itu pun bisa dibayar melalui BPJS Kesehatan, di luar dari makannya dan lain sebagainya, kami juga melakukan antar jemput pasien pemasangan KB tersebut” tuturnya.
Menurutnya dinas dalam hal ini BKKBN menyediakan alat dan berbagai fasilitas termasuk mobil penjemputan dan pemulangan pasien KB, dan yang dilakukan di faskes, Karena untuk sosialisasi dan sebagainya itu bertanggung jawab dari Dinas BKKBN Buton Selatan, kami juga memberikan makan dan minum setelah operasi.
“Karena ini merupakan keterkaitan dengan KB maka ini harus sering kita edukasi kepada generasi muda, sehingga generasi muda memiliki ilmu pengetahuan, hal ini Kami menghimbau agar generasi muda jangan terlalu muda atau terlalu sering, dan juga jangan terlalu tua untuk menikah, tapi menikahlah di usia ideal, Wanita 23 tahun, dan Pria 27 Tahun, agar pemasangan KB bisa lebih baik” jelasnya. Pada awak media, Jum’at, 12/9/2025. (Ha)
Editor: Harry

