Puskesmas Batauga, Penuh Pasien, Pelayanan Kesehatan Tidak Hanya Pengobatan

SPIONNEWS, Batauga – banyaknya pasien yang melakukan pengobatan di Puskesmas Batauga dikarenakan kondisi cuaca yang tidak menentu dan iklim yang kurang bersahabat.

Terlihat dari luar banyaknya masyarakat yang mengantri dengan menggunakan aplikasi mobile JKN sudah tidak lagi perlu mengambil nomor melalui Puskesmas tetapi Melalui aplikasi tersebut dan memudahkan pasien Untuk kapan datang sesuai dengan nomor urut.

Banyaknya pasien tersebut membuat 3 dokter yang ada di puskesmas sedikit kewalahan karena menangani berbagai jenis keluhan masyarakat terutama bagi penyakit panas dan demam.

Ketika dikonfirmasi Kepala Puskesmas Batauga Fitri Menjelaskan, Puskesmas batauga merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang ada di pusat ibukota Buton Selatan, Oleh karena itu masyarakat yang ada di bawah naungan Puskesmas Batauga mulai dari Desa Poogalampa hingga Desa Lawela masyarakatnya yang sakit selalu berobat di tempat ini.

“Di bulan Ramadan ini pasien yang diterima oleh Puskesmas banyak dari masyarakat yang kondisi demam baik itu anak-anak maupun orang dewasa” Ungkapnya, Jum’at, 13/3/2026 di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, sehingga kami dari pelayanan tidak membosan-bosan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar ketika sakit untuk segera di bawah ke Puskesmas terdekat.

“Ada kasus demam berdarah yang belum lama ini di Kecamatan Kadatua, membuat semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Buton Selatan termasuk di Puskesmas Batauga melakukan berbagai upaya agar kasus demam berdarah tersebut tidak berdampak lebih luas” tegasnya.

Kata Fitri, kami di sini tidak bosan-bosan untuk mengingatkan masyarakat, saya pun menegaskan kepada petugas untuk tidak bosan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan apalagi demam berdarah.

” Jadi sebelum terjadi kita selalu mencoba mengantisipasi, oleh sebab itu, Bila perlu Saya menyarankan kepada petugas kami untuk turun langsung ke rumah-rumah, untuk sosialisasi langsung dan sekaligus mempraktekkan agar sampah yang ada di rumah bisa ditangani sekaligus memberikan obat abatil yang disimpan di bak air Sehingga nantinya jentik nyamuk tidak dapat berkembang” Ujarnya.

Ia menjelaskan, Oleh sebab itu Kami menyarankan kepada masyarakat agar tidak selalu tidur di pagi hari, apalagi sampai jam 10.00 pagi, karena nyamuk demam berdarah selalu hinggap pada jam tersebut, dan Kalau boleh di atas jam 10.00 baru tidur.

“Kami juga telah membuat spanduk terkait dengan informasi demam berdarah sehingga masyarakat bisa lebih mewaspadai, bahkan kami juga telah menyarankan kepada kader Posyandu agar tidak henti-hentinya memberikan informasi kepada masyarakat terkait kesehatan termasuk demam berdarah” imbuhnya.

Ucapnya, untuk untuk pelayanan konseling yang ada di posyandu telah kami koordinasikan dan pesankan agar tidak bosan untuk memberikan keterangan dan penjelasan kepada masyarakat terkait dengan demam berdarah dan kesehatan lainnya. (Ha)

Editor Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *