Penumpukan Sampah Jadi Masalah Serius, Warga Kelurahan Kayu Putih Mulai Terganggu

SPIONNEWS.ID, Kupang – Masyarakat menginginkan peran aktif pemerintah dalam mengatasi permaslahan sampah yang kian mengkhawatirkan, khususnya di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 09/09/2024.

Terpantau, berserakannya sampah pada ruas Jalan P.Piet Manehat, tepatnya di Kelurahan Kayu Putih Kota Kupang NTT, sampah terlihat berserakan pada ruas kiri kanan jalan, sehingga sangat terganggunya aktifitas masyarakat, baik pengguna kendaraan bermotor maupun pejalan kaki yang melintasi jalan tersebut.

Pasalnya, tempat pembuangan sampah masyarakat itu yang berlokasi di Jalan P.Piet Manehat, tidak jauh dari tempat itu terdapat Kampus Universitas Muhamadiyah Kupang, Klinik Aisyiyah, TK Aisyiyah serta Sekolah Dasar dan SMP Muhamadiyah, sudah tentu banyak masyarakat yang beraktifitas di seputaran lokasi pembuangan sampah merasa terganggu dengan tumpukan sampah itu, sehingga pemerintah setempat diminta untuk segera menuntaskan persoalan itu.

Berdasarkan penuturan salah seorang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang, Saudara Farkih Pradana yang saat ini aktif pada Fakultas Agama Islam, saat diwawancara awak media spionnews id, menurutnya sampah yang dibuang di tempat tersebut tidak elok, karena berada dipinggir ruas jalan, tempat aktivitas masyarakat banyak, terutama pejalan kaki yang sudah tentu sangat menggangu dengan keberadaan sampah tersebut.

“Hal ini tidak selaras, terutama saya sebagai mahasiswa dan juga Kader PMII yang beridiologi Aswaja dan bertentangan dengan Hablum Minannas dan Hablum Minal Alam, yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia dengan alam semesta, bahwa kita harus menjaga, melindungi, dan memanfaatkan alam secara bijaksana dan berkelanjutan,” tuturnya.

Hal yang sama, disampaikan juga oleh Ajam Hari, yang merupakan Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Kupang, dirinya ikut berkomentar tentang keberadaan sampah yang berserahkan sepanjang jalan dan sangat menggangu aktivitas masyarakat, apalagi jalan tersebut menuju Kampus tempat kuliah Saudara Ajam.

Di kesempatan lain, dalam sebuah wawancara dengan salah satu warga yang bertempat tinggal dekat dengan lokasi dimana sampah itu berada, mengungkapkan keluh kesanya terhadap keberadaan sampah tersebut dan tidak pernah ditangani dengan serius oleh instansi pemerintah yang terkait. Salah satu masyarakat tersebut yang tidak mau namanya disebutkan, mengatakan bahwa sampah yang berada di Jalan P.Piet Manehat, Kelurahan Kayu Putih Kota Kupang, selama ini sangat menggangu, dan terkesan sampah-sampah ini dibiarkan berserahkan, bahkan tidak terurus, sehingga sampah yang sudah lama tidak terurus telah mengeluarkan bau yang sangat menyengat.

“Keresahan ini mencerminkan perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menangani permasalahan sampah yang semakin kompleks. Jika saja tidak segera diatasi, dikuatirkan yang akan terjadi adalah dapat berdampak negative terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan yang akan semakin parah, serta mengancam kualitas hidup generasi mendatang,” tutupnya.(*)

Peliput: Abdul Sumbing

Editor: Rusly, S.Mn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *