SPIONNEWS.ID, AMBON – Aksi mogok mobil angkutan dalam Kota Ambon dan luar Kota Ambon membuat masyarakat dan pelajar yang berekonomi kurang mampu, akhirnya berjalan kaki menuju ke tempat aktivitasnya masing-masing.
Aksi protes semua sopir angkot itu berlangsung serempak di semua jalur angkutan, baik yang di dalam kota maupun di luar kota. Pasalnya, aksi mogok tersebut menimbulkan antrian panjang di beberapa tempat di Kota Ambon.

Salah satu supir angkot, Johan Pakayla menuturkan; “Aksi mogok yang dilakukan hari ini oleh semua sopir angkot di Kota Ambon bertujuan agar pemerintah dapat menaikan harga transportasi Maxim yang begitu murah, sehingga menyulitkan kami selaku sopir angkot di lapangan karena penumpang akan lebih memilih Maxim,” kata Johan.
Johan pun menambahkan; “Katong (kami, Red) sopir angkot menginginkan tarif harga maxim harus sama dengan tarif harga grab, sehingga peran pemerintah dapat menjawab persoalan ini, semoga pemerintah dapat mendengar keluhan sopir angkot,”
ungkap Johan Pakayla.
Lebih lanjut, Pakayla mengecam; “Jika persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah maka kami akan melakukan aksi mogok selama 3 hari kedepan,” cetusnya.
Hasil pantauan kru spionnews.id di lapangan, terlihat tampak banyaknya siswa SD sampai SMA dan juga Mahasiswa sedang menunggu mobil angkot dan terpantau ada banyak pelajar dan mahasiswa yang terpaksa memilih berjalan kaki untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan wartawan spionnews.id belum berhasil mengkonfirmasi persoalan tersebut ke instansi terkait atau OPD Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku. (*)
Liputan : Erwin Banea
Editor : Rusly, S.Mn.

