Paslon No. 1 SELARAS Terpilih, Provinsi KEPTON Mekar

Liputan: Syamsir A

SPIONNEWS.ID, BAUBAU – Hari ini, Selasa 26 November 2024, wartawan spionnews.id berkesempatan wawancara langsung dengan calon Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Bapak Ir. H. L.M. Sjafei Kahar, M.Si di kediaman beliau, Lingkungan Wurahabake, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kemarin (25/11/2024).

Terkait isu pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (KEPTON), beliau mengatakan; “Memang saya ikut maju pada pilkada ini sebagai calon Wakil Gubernur Sultra berpasangan dengan H. Ruksamin nomor urut 01 hanya karena cita-cita yang belum selesai (atau kesampaian, Red), dimana sejak tahun 2007 saya telah mempelopori Deklarasi Pembentukan Provinsi Buton Raya di Kantor Bupati Buton. Deklarasi ini ditandatangani oleh beberapa kepala daerah yaitu saya sendiri sebagai Bupati Buton, kemudian Amirul Tamim Wali Kota Baubau, kemudian Hugua Bupati Wakatobi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menceritakan; “Kemudian waktu itu Kabupaten Buton Utara belum diresmikan sehingga kami hanya mengundang tokohnya La Ode Hasirun, kemudian Ketua DPRD Buton, Umar Samiun, itu kita deklarasikan dan pada waktu itu lolos sampai 30 besar dari 132 usulan semua daerah di Indonesia. Dari 30 daerah itu, 28 adalah kabupaten dan 2 adalah provinsi yaitu Buton Raya dan Kalimantan Utara, tapi setelah dibahas kembali dari 30,setelah itu tinggal 19 daerah, yaitu 18 kabupaten dan 1 Provinsi Kalimantan Utara, Buton Raya gugur karena cakupan wilayahnya pada waktu itu cuma 4, yakni Buton, Baubau, Wakatobi, Buton Utara, sementara Buteng dan Busel belum lahir,” ujarnya.

Menurutnya; “Ketika moratorium dibuka saya sudah selesai masa jabatan sebagai Bupati Buton, maka harus bupati baru yang tandatangani, tandatangan saya sudah kadaluarsa. Ketika moratorium dibuka oleh SBY pada waktu itu Pak Umar yang melepas. Kalau Bombana dan Wakatobi saya yang mengurus dan melepas. Kalau Busel dan Buteng saya mengurus sampai disetujui oleh DPRD dan Pemerintah diterbitkan undang undangnya, dari 19 daerah satu tidak jadi yaitu Kota Raha karena tidak diurus lagi oleh daerah pada waktu itu,” imbuhnya.

Lebih jauh Mantan Bupati Buton 2 Periode ini menegaskan; “Insya Allah, saya ketika diajak Pak Ruksamin untuk berpasangan, sebelum itu saya sudah berbicara kalau saya diajak maju pilkada syaratnya harus mengurus KEPTON, jadi nanti Wakil (Gubernur Sultra, Red) yang urus yaitu saya, karena saya sudah berpengalaman di bidang itu, tinggal kebijakan tentu di tangan Gubernur. Jadi Insya Allah kalau kami terpilih maka saya akan allout mengurusi KEPTON jadi provinsi,” jelasnya. (*)

Editor : Rusly, S.Mn.

Untuk ulasan lengkapnya bisa disaksikan di channel Youtube Syamsir Alam Phc berikut ini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *