SPIONNEWS.ID MALUKU – Indonesia berduka, Maluku dipermalukan. Aktivis yang seharusnya jadi benteng moral, justru menjual harga diri dengan Rp 250 ribu. Ketua KNPI Maluku A.K bersama kelompok Cipayung Maluku dituding menggadaikan nurani mereka di meja transaksi murahan.
Di saat harga diri aktivis diperdagangkan, rakyat kecil kembali jadi korban. Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, tewas tragis setelah dilindas kendaraan taktis Brimob di Pejompongan Jakarta Pusat. Nyawa manusia seolah lebih murah dari roda kendaraan negara.
Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP Gerakan Anti Korupsi (GERTAK), Ali Alkatiri kepada media, Sabtu (30/08/2025) dalam pernyataan tegasnya meledak dengan mengutuk keras.
“Inilah wajah memalukan generasi aktivis Maluku. Harga diri dijual dengan recehan, sementara rakyat kecil mati diinjak ban mobil aparat. Saya selaku Ketua Umum DPP GERTAK mengutuk keras sikap KNPI dan Cipayung plus di Maluku yang kehilangan kesadaran kemanusiaannya,” kecam Alkatiri.

Alkatiri juga menuding aparat kepolisian telah berubah menjadi mesin represif, bukan lagi pelindung rakyat.
“Aparat yang menindas rakyatnya bukanlah pengayom negara, tapi algojo negara brutal. Tindakan depresi ini bukti bahwa cinta pada masyarakat hanya slogan kosong,” tegasnya.
DPP GERTAK juga menegaskan, akan terus membongkar wajah busuk aktivis pragmatis murahan dan aparat represif. Harga diri tidak boleh dibeli, dan nyawa rakyat tidak boleh jadi korban sia-sia, ungkapnya.
Editor : Redaktur SpionNews.id Maluku

