H. Muhammad Adios, Dukung Masyarakat Adakan Home Industri Hasil Ikan

SPIONNEWS, Batauga – dalam mewujudkan salah satu aspek budaya sekaligus perlindungan terhadap suatu keanekaragaman di wilayah laut Kabupaten Buton Selatan.

Belum lama ini pihak Kementerian Perikanan dan Kelautan dalam hal ini Direktorat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil melakukan pengambilan dan melihat secara lebih dekat daerah-daerah yang masih memiliki tatanan adat di wilayah kabupaten Buton Selatan.

Dalam hasil rapat bersama dan sosialisasi tersebut Bupati Buton Selatan menegaskan bahwa daerah wilayah pesisir selaku masyarakat adat perlu didorong untuk bisa lebih optimal dalam pengembangan ekonomi masyarakat lokal berbasis budaya.

Data Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Pada tanggapan ringkasnya Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios Mengungkapkan, tidak terlepas ekonomi cepat adalah peran dari pengusaha, kenapa kita kategorikan peran pengusaha itu penting karena pengusaha itu melihat apa potensi yang ada di daerah tersebut, bersama dengan masyarakat hukum adatnya.

"Jangan sampai kita sudah berbuat kemudian terhalang dengan gangguan daerah itu sendiri, khususnya masyarakat adat itu sendiri" ungkapnya.

Maka kita akan terus pelajari dan pelajari apa yang telah disampaikan oleh ibu dari Kementerian, untuk peran usaha dalam bentuk pembangunan di daerah itu sendiri.

"Bu tely ini sungguh sangat luar biasa, bersama bupati akan bergandengan tangan, kami ini sebagai wasit, kami tidak akan mungkin menjadi pemain, hancurnya satu daerah itu, di mana pemimpin daerah sebagai pemain berapa persen hal itulah yang tidak disukai oleh para pengusaha" ucapnya.

Kata Adios, padahal bila kita melihat potensi daerah itu, sudah siap membeli hasil tangkapan masyarakat nelayan, kemudian bagaimana hasil tangkapan gitu kita olah kembali, karena ada konsumsi untuk nasional dan ada konsumsi untuk internasional, di masalah ekspor ikan dan quality yang kita jaga.

"Yang ketiga, ini yang sangat mendasar, hubungan antara pengusaha dengan masyarakat adat, di mana hukum adat setempat, saya pengusaha tidak terganggu, kalau potensi yang ada di Buton selatan ini luar biasa. Dan banyak cara yang disebut dengan home industri" imbuhnya.

Hasil tangkapan nelayan , bukan saja kita jadikan ikan kering, tapi ingat yang bersaing di pasar internasional sekarang ini adalah, kerupuk daging ikan, ikan apa saja bisa dijadikan kerupuk.

"Itulah home industri yang akan kita bentuk perkelompok-kelompok , kalau ini berjalan dengan baik yakin dan percaya masalah upah minimum regional, mungkin kita di atas, karena hasil produksi kita jaga"tuturnya.

Kata Bupati dengan adanya kementerian kelautan yang memperhatikan dengan menjaga zona zona tersebut maka kita harus bersyukur, sebuah disampaikan tadi itu sungguh salah luar biasa. Itu baru ikan kering belum yang lain.

"Kerupuk daging ikan sekarang oleh indonesia didominasi oleh pulau madura timur, ikannya dari mana, ? Ikannya itu dari Buton selatan, Sinjai yang menangkap dibawa dengan kontainer dan di bawah ke Makassar, dari makassar dikemas oleh perusahaan dan dibawa ke daerah surabaya dan di sana dikemas lagi terus si dibawa ke Madura Timur. Di sana terjadi home industri besar-besaran" jelasnya.

Bupati menegaskan, Kita mempunyai ikan menjadi penonton, karena kita tidak pandai menangkap dan melihat masalah ini, dan nanti akan saya buat yang sebaik-baiknya, untuk Buton Selatan ke depan, saya hanya akan memberikan yang terbaik karena umur kita tidak ada yang tahu.

"Saya berfikir bagaimana agar anak-anak dan generasi kita masyarakat Buton tidak lagi berpikir untuk merantau, kembali ke tempat di Buton Selatan, karena Buton Selatan daerah yang kaya hanya kita terlambat berbuat. Tergantung dari semua OPD yang ada, yang terkait mari kita bekerja keras tinggalkan yang lama. Mari kita berpikir yang baru" harapannya. 18/9/2025 di Aula Kantor Bupati Buton Selatan.

(Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *