SPIONNEWS, Baubau – Guna memastikan kualitas naskah cerita dari segi bahasa maupun isi dapat diterima di kalangan anak sekolah, Balai Bahasa Sultra menggelar uji keterbacaan naskah cerita anak dwibahasa, yang bertempat di aula Disdikbud Kota Baubau Kamis (09/10/2025).
Kegiatan uji keterbacaan naskah cerita anak dwibahasa ini sebagai salah satu upaya untuk menyediakan bahan bacaan yang berkualitas guna mendukung dan menggiatkan literasi anak, sekaligus melihat sejauh mana anak memahami dan menyukai cerita dwibahasa.
Dalam keterangan persnya, Dewi Pridayanti dari Balai bahasa provinsi Sulawesi Tenggara mengatakan, ” Uji Keterbacaan Naskah Cerita Anak Dwibahasa sebenarnya salah satu tahapan penting penghayatan sebagai program belajar penerjemahan dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara” imbuhnya.
Lebih lanjut, Dewi Pridayanti berharap melalui penerjemahan buku cerita ini bukan hanya pelestariannya namun bagaimana penyediaan buku bacaannya sebagai pendamping pelajaran bahasa daerah anak-anak di Sulawesi Tenggara khususnya untuk bahasa wolio.
Dijelaskan, pada tahun 2025 ini akan dilakukan dengan 30 produk yakni untuk bahasa Wolio, bahasa Cia-Cia dan bahasa Wakatobi.
“Untuk tahap ini, kami akan uji keterbacaannya, untuk informasi tentang bahasa daerah ini apakah sudah sesuai. Bukan hanya itu dan tentu juga untuk mendapatkan” tegasnya.
Ia menambahkan, masukan dari bapak, ibu guru, masyarakat dan anak-anak bagaimana sih anak-anak ini apakah buku yang kami produksi sudah bisa diterima baik secara komunikasinya baik secara bahasanya atau mungkin juga secara siswanya sehingga benar-benar terbuka dan bisa dimanfaatkan secara luas khususnya anak-anak. (kmnf)
Editor : Harry

