SPIONNEWS, BAUBAU – Peta evaluasi dan koordinasi dan verivikasi e-RDKK pupuk bersubsidi tingkat Kota Baubau, kegiatan pengawasan penggunaan sarana pertanian tahun anggaran 20205. di Aula Hotel Mira, Rabu, (10/12/2025)
Asisten III Setda Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos,.M.S.I menyampakan kita sama-sama dapat menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi e-RDKK Pupuk Bersubsidi Kota Baubau Tahun 2025."Dalam upaya peningkatkan produktivitas pertanian, pupuk merupakan salah satu faktor penentu yang sangat penting, untuk itu pemerintah kemudian menerapkan
subsidi pupuk sehingga harga pupuk relatif lebih murah dan terjangkau oleh kemampuan modal petani" terangnya.
Ucapnya, Pemerintah telah mengeluarkan Pepres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi dan Permentan Nomor 15 tahun 2025 tentang Peraturan Pelaksanaan Pepres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang mendorong sinergitas antara pemerintah, petani dan para pelaku usaha distribusi serta produsen.
"Pemerintah juga melalui Kepmentan Nomor 1117 Tahun 2025 telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk bersubsidi turun hingga 20 Persen yang mulai berlaku pada tanggal 22 Oktober 2025, hal ini diharapkan dapat mendorong gairah petani untuk melakukan usaha tani lebih optimal lagi" tegasnya.
Rapat Koordinasi dan Evaluasi RDKK Pupuk Bersubsidi dimaksudkan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2025 dan penyusunan Rencana Definitf Kebutuhan Kelompok (RDKK) tahun 2026 sehingga penyaluran pupuk bersubsidi kedepannya dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan prinsip 7 (tujuh) tepat, tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, tepat harga dan tepat penerima.
Berdasarkan data, Pada Tahun 2025 Kota Baubau mendapat alokasi pupuk bersubsidi Urea sejumlah 470 Ton, NPK 995 Ton dan NPK Formula 15 Ton. Alokasi yang ditetapkan memenuhi 97 persen usulan pupuk bersubsidi yang diajukan melalui sistem e-RDKK sehingga secara signfikan dapat membantu ketersediaan pupuk bagi petani selama tahun 2025 di Kota Baubau untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah membantu kami dalam pemenuhan akan pupuk di Kota Baubau pada 10 Komoditas Pertanian yang disubsidi, kami berharap kedepannya aloksi pupuk bersubsdi yang diberikan dapat mempertimbangkan secara cermat usulan kebutuhan pupuk bersubsidi yang kami ajukan melalui sistem e-RDKK
Disamping itu berdasarkan data petani yang diusulkan dalam sistem e-RDKK 2025 sebanyak 1.760 NIK dimana sampai dengan 30 November 2025 yang telah melakukan penebusan pupuk bersubsidi mencapai 95,74 persen, ini menunjukkan bahwa RDKK tahun 2025 yang disusun oleh petani dibawah pendampingan PPL dan verifikasi secara berjenjang oleh bidang terkait di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau telah berjalan dengan baik dan menghasilkan data RDKK yang riil.
"Untuk itu kami juga memberikan apresiasi atas kerja bersama, petani, Penyuluh Pertanian Lapangan dan Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, semoga penyusunan RDKK tahun 2026 dapat memberi hasil yang sama baiknya" Jelasnya.
Katanya, Pemenuhan alokasi pupuk bersubsidi dan data RDKK yang telah disusun dengan akurat, tidak akan berdampak banyak jika dalam penyalurannya tidak memenuhi prinsip 7 (tujuh) tepat.
"Dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2025, keluhan terbesar petani adalah ketersediaan pupuk bersubsidi yang tidak tepat waktu, yang mana hal ini akan sangat berpengaruh pada produktivitas komoditas yang diusahakan untuk itu perlu menjadi perhatian bagi para pelaku usaha distribusi agar kondisi ini tidak terulang kembali pada penyaluran pupuk bersubsidi tahun depan, dan kepada instansi terkait yang berperan dalam pengawasan dapat mengambil langkah dalam menyelesaikan hal tersebut" Tegasnya.
Selanjutnya, kami berharap melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi e-RDKK Pupuk Bersubsidi Kota Baubau Tahun 2025 dapat menghasilkan solusi konkrit untuk perbaikan pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi.
"Kami juga mengajak semua pihak dapat bersinergi dan berkolaborasi secara aktif dalam mengawal proses penyusunan RDKK dan penyaluran pupuk bersubsidi sehingga pupuk dapat tersedia dengan prinsip 7 (tujuh) tepat dan mendorong peningkatan produktivitas pertanian di daerah kita serta meningkatkan kesejahteraan petani" Ungkapnya.
Dilanjutkan dengan Materi yang diisi oleh Plt Kadis Siti Rahmah Saraswati, S.P.,MP.
Siti Hasinah Monianse, S.P Analis PSP Ahli Muda Distan Ketapang, Rahmat Arafat, SP Pelaksana Kabid PSP dan Muhammad Jamaluddin.jabatan Assisten Area Koordinator PT. Pupuk Indonesia Wilayah Sul-Tra.
Sementara itu kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan PT.Pupuk Indonesia Wilayah kerja Sultra, Danki Pertanian Yonif TP 823 Raja Wakaaka, Kabid Tanaman Pangan dan Kabid Hortikultra Distan Ketapang, Tim pendataan dan Entry e-PRDKK Pupuk Bersubsidi Kita Baubau, PPL, PUD dan PPTS Se-Kota Baubau dan Ketua Kelompok Tani Se-Kota Baubau. (**)
Editor : Harryb

