Oleh : Muh Maulana Ali Syaputra
SPIONNEWS.ID, KENDARI – Dalam politik organisasi, keberlanjutan kepemimpinan bukan semata soal regenerasi atau pergantian figur, tetapi tentang relevansi, kebutuhan objektif, dan kesinambungan kerja politik.
Dalam konteks DPD II Partai Golkar Kota Kendari, kepemimpinan LM. Inarto, ST masih menunjukkan ketiga unsur tersebut. Karena itu, gagasan untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode 2025–2030 bukanlah langkah mundur, melainkan pilihan rasional dan strategis.
Pertama, dari sisi kebutuhan publik dan konstituen, Golkar Kendari berada pada fase penting, partai telah berada di pusat kekuasaan legislatif melalui posisi Ketua DPRD Kota Kendari.
Situasi ini menuntut kepemimpinan partai yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memahami kerja kelembagaan dan ritme pemerintahan daerah. Inarto memiliki legitimasi elektoral dan pengalaman langsung dalam mengelola hubungan antara partai, DPRD, dan kepentingan publik. Keberlanjutan kepemimpinannya memberi kepastian arah bagi konstituen Golkar.
Kedua, dari sudut pandang kelembagaan partai, Golkar Kendari di bawah Inarto menunjukkan stabilitas internal yang relatif terjaga. Terpilihnya Inarto secara aklamasi pada periode sebelumnya menjadi indikator kuat bahwa ia diterima lintas struktur.
Dalam politik organisasi, stabilitas adalah modal utama untuk konsolidasi jangka menengah. Pergantian kepemimpinan yang tidak didorong oleh kebutuhan objektif justru berisiko memunculkan fragmentasi dan kompetisi internal yang tidak produktif.
Ketiga, Golkar Kendari masih membutuhkan figur yang mampu menghubungkan kepentingan partai dengan lembaga pemerintah.
Posisi Inarto sebagai Ketua DPRD bukan hanya prestasi personal, tetapi aset strategis partai. Keberlanjutan kepemimpinannya di DPD II memastikan sinkronisasi antara garis kebijakan partai dan kerja legislatif. Ini penting agar Golkar tidak terjebak pada dualisme arah antara struktur partai dan representasi di lembaga.
Selain itu, kepemimpinan Inarto masih relevan secara politik karena mampu menjawab tuntutan zaman, politik yang lebih rasional, tidak gaduh, dan berorientasi pada hasil. Dalam iklim politik lokal yang cenderung pragmatis, publik membutuhkan stabilitas dan kepastian, bukan konflik internal partai yang berkepanjangan. Golkar Kendari, dengan kepemimpinan yang berkelanjutan, dapat menawarkan keduanya.Regenerasi tetap penting, tetapi regenerasi tidak selalu berarti pergantian.
Dalam banyak kasus, regenerasi justru membutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk menyiapkan kader dan memastikan transisi berjalan sehat. Di titik inilah kepemimpinan Inarto masih dibutuhkan.
Melanjutkan kepemimpinan LM. Inarto, ST pada periode 2025–2030 bukan semata soal figur, tetapi soal menjaga arah, stabilitas, dan relevansi Golkar Kendari. Ketika publik, konstituen, dan lembaga masih membutuhkan kepemimpinan yang teruji, maka keberlanjutan adalah pilihan politik yang paling masuk akal.(*)
Penulis adalah Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar, Ketua DPD II AMPI Kota kendari Provinsi Sulawesi Tenggara
Editor : Harry & Sdr. RAL

